Advertisement
Palangka Raya Peristiwa
Beranda / Peristiwa / Relawan Karhutla Palangka Raya Meninggal Dunia Usai Bertugas di Tengah Kabut Asap

Relawan Karhutla Palangka Raya Meninggal Dunia Usai Bertugas di Tengah Kabut Asap

Fairid Naparin merespons adanya relawan meninggal. (Kaltengnews/FT)

PALANGKA RAYA – Akhmad Rijani 54 koordinator Tim Serbu Api Kelurahan atau TSAK Palangka Kota Palangka Raya meninggal dunia setelah sebelumnya menjalani perawatan di Rumah Sakit Betang Pambelum.

Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan Akhmad Rijani mengalami kondisi kesehatan yang menurun setelah melakukan pengecekan lokasi karhutla di wilayah Petuk Katimpun.

“Almarhum ini memiliki sakit bawaan hipertensi. Keterangan dari keluarga ini yang menjadi penyebab meninggalnya almarhum setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit,” kata Fairid saat melayat ke rumah duka.

Menurut Fairid, kondisi kesehatan almarhum sebelumnya memang kurang baik. Namun, setelah turun melakukan pengecekan lokasi pascapemadaman, kondisinya tiba-tiba memburuk.

“Namun ada informasi bahwa sebelum berangkat ke lokasi, kondisi almarhum kurang sehat. Mungkin kondisi itu ditambah cuaca panas, kabut asap dan unsur lain menjadikan almarhum pada Sabtu itu tiba-tiba drop sehingga langsung evakuasi untuk mendapat perawatan,” jelas Fairid.

Dua Pelaku Karhutla Pulang Pisau Bakar 12 Titik dan Ancam Warga dengan Senapan Angin

Akhmad Rijani diketahui tetap menjalankan tugas sebagai koordinator TSAK setelah menerima laporan mengenai penanganan karhutla. Ia kemudian menuju lokasi untuk memastikan kondisi pascapemadaman.

Pemerintah Kota Palangka Raya menyatakan akan menanggung biaya perawatan hingga proses pemulasaraan serta menyiapkan santunan bagi keluarga yang ditinggalkan.

“Kami turut berduka atas meninggalnya almarhum. Dedikasi dan perhatian serta semangat beliau terhadap kebakaran lahan dan karhutla ini sangat luar biasa. Semoga keluarga diberi kekuatan dan kesabaran atas musibah ini,” ujar Fairid.

Data BPBD Kota Palangka Raya mencatat 336 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai 428,46 hektare selama periode 1 Juni hingga 24 Agustus 2026. Kecamatan Jekan Raya menjadi wilayah dengan kejadian terbanyak, yakni 229 kasus.

Fairid mengingatkan masyarakat bahwa ancaman karhutla bukan hanya menyasar lahan kosong, tetapi mulai mendekati jalan protokol dan kawasan permukiman.

Muktarrudin Usman Kembali Pimpin SPS Aceh

“Di saat kebakaran lahan terjadi, ada warga yang menghirup kabut asap. Bahkan para petugas pemadam di lapangan terus berjibaku menantang api bahwa bertaruh nyawa untuk memadamkan api,” katanya.

Ia meminta masyarakat ikut mencegah munculnya titik api dengan menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran lahan.(FT/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *