Advertisement
Headline Kapuas
Beranda / Kapuas / SDN 1 Bunga Mawar Kapuas Ludes Terbakar

SDN 1 Bunga Mawar Kapuas Ludes Terbakar

Kobaran api meluluhlantakkan satu bangunan SDN 1 Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Sabtu (22/8/2026). (Foto : BPBD Kapuas)

KUALA KAPUAS – Satu bangunan SDN 1 Bunga Mawar di Jalan Pemuda Km 13, Desa Bunga Mawar, Kecamatan Pulau Petak, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, terbakar pada Sabtu (22/8/2026) sore.

Kebakaran dilaporkan sekitar pukul 17.05 WIB. Api meluluhlantakkan satu bangunan sekolah hingga mengalami kerusakan berat. Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Kapuas Pangeran S. Pandingan mengatakan laporan kebakaran diterima petugas pada sore hari.

“Laporan yang kami terima kejadian terjadi sekitar pukul 17.05 WIB,” kata Pangeran S. Pandingan di Kuala Kapuas.

Setelah menerima laporan, petugas pemadam kebakaran gabungan bersama Tim Reaksi Cepat BPBD Kapuas langsung menuju lokasi.

BNPB Siapkan Bantuan hingga Rp30 Juta untuk Rumah Rusak Gempa NTT

Petugas melakukan pemadaman untuk mencegah api menjalar ke bangunan lain dan kawasan permukiman di sekitar sekolah.

Hingga laporan terakhir diterima, penyebab kebakaran belum dapat dipastikan. Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui sumber api dan faktor pemicu kebakaran.

“Penanganan di lokasi telah dilakukan oleh petugas gabungan, sementara penyebab pasti kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian,” ujarnya.

Pangeran mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau. Ancaman kebakaran tidak hanya datang dari kawasan hutan dan lahan, tetapi juga dapat menyasar fasilitas umum dan permukiman.

“Masyarakat diharapkan ikut menjaga lingkungan dan tidak membuka lahan dengan cara membakar,” tegas Pangeran.

Polisi Sita 395 Gram Sabu di Palangka Raya, Dua Pria Ditangkap

Peristiwa kebakaran tersebut menambah daftar kejadian kebakaran di tengah kondisi kemarau yang juga memicu peningkatan karhutla di sejumlah wilayah Kapuas.

Fasilitas sekolah menjadi perhatian khusus karena selain berfungsi sebagai tempat pendidikan, bangunan tersebut juga menjadi pusat aktivitas masyarakat di lingkungan sekitar.

BPBD Kapuas masih melakukan pendataan dampak dan kerusakan sebagai bagian dari penanganan pascakejadian.(AN/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *