Advertisement
Headline Kalimantan Tengah
Beranda / Kalimantan Tengah / 1.026 Hotspot, 66.679 Kasus ISPA, 10.700 Personel Dikerahkan Atasi Karhutla Kalteng

1.026 Hotspot, 66.679 Kasus ISPA, 10.700 Personel Dikerahkan Atasi Karhutla Kalteng

Suasana kota diselimuti kabut asap di Palangka Raya, Kalimantan Tengah. (FOTO/Biro Humas Kemenhut RI)

PALANGKA RAYA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah memasuki fase serius setelah BPBD Kalteng mencatat 46 kejadian karhutla, 1.026 titik panas dan 148,71 hektare area terbakar, sementara dampak kesehatan mencapai 66.679 kasus ISPA.

Data tersebut menjadi indikator bahwa karhutla tidak lagi hanya menjadi persoalan lingkungan, tetapi telah berkembang menjadi persoalan kesehatan publik.

BPBD Kalteng menyebut penanganan melibatkan sekitar 10.700 personel gabungan.

“Tercatat sebanyak 1.026 titik hotspot (HS), dengan luas area terbakar mencapai 148,71 hektare, 46 kejadian karhutla, serta melibatkan 10.700 personel gabungan dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan,” tulis BPBD Kalteng melalui akun resmi pada Sabtu (22/8/2026).

Dampak kesehatan juga mulai terlihat secara nyata.

Prabowo Tiba di Palangka Raya, 4.499 Hektare Kalteng Terbakar: Komando Karhutla Naik Level

“Dampak kesehatan juga mulai terasa dengan tercatatnya 66.679 kasus ISPA,” tulis BPBD Kalteng.

Pemerintah tidak hanya mengandalkan operasi darat. Lima unit helikopter dan satu pesawat dikerahkan untuk mendukung pemadaman serta operasi modifikasi cuaca.

Dari pemerintah pusat, BNPB memperkuat operasi udara di enam provinsi prioritas, termasuk Kalimantan Tengah.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan penguatan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan.

“Selain penguatan satgas darat, BNPB juga melakukan penguatan penanganan karhutla melalui satgas udara di enam provinsi prioritas,” ujar Berton.

Jembatan Sei Katingan Mulai Direkayasa, Kendaraan di Atas 6 Ton Bakal Dibatasi

Enam provinsi prioritas tersebut meliputi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat.

Di Kalteng, ancaman semakin kompleks karena kebakaran terjadi bersamaan dengan musim kering. Asap kemudian bergerak ke kawasan permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.

BPBD mengingatkan masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan.

“Masyarakat juga diminta tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan serta menjaga lingkungan dari potensi kebakaran,” tulis BPBD.

Pemerintah juga meminta masyarakat menjaga kesehatan dari paparan asap.

Viral Video Jadi Bukti, Dua Pembakar Lahan di Palangka Raya Ditangkap Polisi

“Masyarakat diimbau menjaga kesehatan diri dan keluarga dari paparan asap akibat karhutla,” lanjut BPBD.

Data tersebut menunjukkan skala persoalan yang membutuhkan penanganan simultan: pemadaman, pencegahan, perlindungan kesehatan dan penegakan hukum.(fit/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *