Advertisement
Kotawaringin Barat Peristiwa
Beranda / Peristiwa / BKSDA Sisir Lokasi Orangutan di Lahan Karhutla Kotawaringin Barat

BKSDA Sisir Lokasi Orangutan di Lahan Karhutla Kotawaringin Barat

Seekor orangutan terlihat berjalan sendirian di lahan bekas terbakar sekitar Km 13–14 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN – Seekor orangutan yang terekam berjalan sendirian di kawasan lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Kotawaringin Barat belum ditemukan setelah tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah melakukan penyisiran.

Lokasi penampakan berada di sekitar Km 13–14 Jalan Pangkalan Bun–Kotawaringin Lama, Kelurahan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan.

Satwa tersebut terlihat pada Minggu (4/10/2026). Rekaman video kemudian menjadi dasar laporan kepada BKSDA.

Kepala BKSDA Kalteng, Andi Muhammad Kadhafi membenarkan keberadaan rekaman tersebut. Ia mengatakan video direkam tidak sengaja oleh camat yang melintas di lokasi.

“Video tersebut direkam oleh Pak Camat yang kebetulan melintas dan melihat orangutan tersebut,” ujar Andi pada Selasa (6/10/2026).

Listrik dan Ruang Belajar Masuk Prioritas Awal Rektor Baru UPR

Penampakan itu menjadi perhatian karena satwa berada di kawasan yang sebelumnya terbakar. BKSDA kemudian berkoordinasi untuk memantau pergerakannya sambil menyiapkan pengecekan lapangan.

Ia mengatakan, tim telah melakukan ground check pada Senin siang hingga sore. “Ada upaya pencarian dari tim kami yang melakukan ground check ke lapangan. Tim ke TKP sejak Senin siang sampai sore hari,” ungkapnya.

Penyisiran belum menemukan keberadaan orangutan tersebut. “Hasilnya masih nihil, kami tidak menemukan keberadaan orangutannya di lokasi,” ucapnya.

Situasi tersebut juga menunjukkan bagaimana karhutla menciptakan tekanan terhadap habitat satwa liar. Ketika kawasan terbakar, satwa dapat berpindah dan muncul di area yang lebih dekat dengan jalan atau aktivitas manusia.

“Kami masih memerlukan laporan lanjutan dari lapangan untuk mengetahui pergerakan orangutan setelah penampakan terakhir dan menentukan langkah penyelamatan yang diperlukan,” bebernya.

Palu DPR Berbunyi: UU Ketenagakerjaan Sah, Perampasan Aset Mulai Dikebut

BKSDA meminta masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri ketika kembali menemukan satwa tersebut. Nomor call center BKSDA Kalteng yang dapat digunakan masyarakat adalah 0811-5218-500.

“Apabila masyarakat kembali melihat orangutan tersebut atau satwa dilindungi lainnya, segera laporkan kepada BKSDA agar dapat ditindaklanjuti oleh tim,” pintanya.

Ia juga sebelumnya menjelaskan bahwa orangutan Kalimantan memang memiliki perilaku yang memungkinkan satwa berjalan di atas tanah, berbeda dengan orangutan Sumatera yang lebih banyak beraktivitas di atas pohon.

“Hal ini berbeda dengan orangutan Sumatera yang lebih banyak beraktivitas di atas pohon karena keberadaan predator seperti harimau,” terangnya.

Karena itu, penampakan di permukaan tanah tidak dengan sendirinya membuktikan satwa tersebut terluka atau dalam kondisi kritis. Kondisi fisik dan kesehatan orangutan baru dapat dipastikan melalui pemeriksaan langsung.

Untuk saat ini, fakta terakhir tetap sama; tim BKSDA sudah menyisir lokasi, tetapi orangutan yang terekam di kawasan terdampak karhutla belum ditemukan.(din/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *