Advertisement
Kalimantan Tengah Pulang Pisau
Beranda / Pulang Pisau / Karhutla Pulang Pisau: Tanjung Taruna Ditangani dengan Pembasahan Gambut

Karhutla Pulang Pisau: Tanjung Taruna Ditangani dengan Pembasahan Gambut

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung mengecek proses pemadaman, pembasahan terhadap sisa bara di lahan gambut.

PULANG PISAU – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Desa Tanjung Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, tidak berhenti ketika api permukaan terlihat padam. Tim gabungan masih melakukan pendinginan, pembasahan dan patroli sisa bara untuk mencegah kebakaran muncul kembali.

Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol Iwan Kurniawan turun langsung mengecek penanganan di kawasan tersebut. Fokus pengecekan antara lain titik koordinat kebakaran, proses pemadaman, pembasahan mendalam dan patroli terhadap sisa bara di lahan gambut.

“Penanganan harus dilakukan secara optimal dan berkelanjutan. Tidak cukup hanya padam di permukaan, tapi pastikan proses pendinginan dan pembasahan lahan gambut benar-benar tuntas agar tidak muncul api susulan,” kata Iwan. Minggu (4/10/2026).

Pada Jumat, 2 Oktober 2026, tim gabungan kembali melakukan pemadaman di sejumlah titik Desa Tanjung Taruna. Kondisi lahan yang terbakar merupakan gambut dengan vegetasi semak, pakis, kayu dan alang-alang. Tim juga melakukan pembasahan pada permukaan serta bagian yang masih mengeluarkan asap.

“Komunikasi yang baik sangat diperlukan dalam penanganan Karhutla, terutama ketika personel bertugas di wilayah yang memiliki keterbatasan jaringan,” ujarnya.

2.336 Warga Alami Gangguan Kesehatan, Karhutla Bartim Masuk Tekanan Layanan Kesehatan

Sarana komunikasi lapangan juga diperkuat. Repeater radio dipasang di kawasan Tumbang Nusa untuk memperluas jangkauan komunikasi petugas yang bekerja menangani karhutla di sekitar Tanjung Taruna hingga Tumbang Nusa.

“Penanganan karhutla di wilayah gambut memerlukan kerja bersama karena api dan bara dapat bertahan di bawah permukaan,” ungkap Bupati Pulang Pisau, Ahmad Rifa’i.

Ia berharap, koordinasi lintas instansi dapat memastikan penanganan tidak hanya cepat ketika api muncul, tetapi juga tuntas setelah titik api padam.(din/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *