Advertisement
Nasional
Beranda / Nasional / BNPB Siapkan Bantuan hingga Rp30 Juta untuk Rumah Rusak Gempa NTT

BNPB Siapkan Bantuan hingga Rp30 Juta untuk Rumah Rusak Gempa NTT

Petugas PMI dan BNPB menyiapkan bantuan logistik untuk warga terdampak gempa Flores di Nusa Tenggara Timur, Kamis (20/8/2026). (FOTO: Dok. PMI)

JAKARTA – Pemerintah menyiapkan skema bantuan untuk warga terdampak gempa bumi magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk bantuan stimulan hingga Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.

Untuk rumah rusak ringan, pemerintah menyiapkan bantuan Rp15 juta. Sementara rumah yang masuk kategori rusak berat akan dibangun kembali sesuai ketentuan dan kemampuan anggaran.

Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan pemerintah membagi bantuan berdasarkan tingkat kerusakan rumah.

“Adapun bantuan rumah rusak; rumah sedang dan rusak berat, ini dibagi atas dua skema,” kata Berton dalam jumpa pers daring, Sabtu (23/8/2026).

Ia menjelaskan rumah rusak ringan dan sedang masuk skema stimulan, sedangkan rumah dengan kerusakan berat ditangani melalui pembangunan kembali.

SDN 1 Bunga Mawar Kapuas Ludes Terbakar

“Untuk rusak sedang Rp30.000.000, sedangkan untuk rusak ringan Rp15.000.000,” ujarnya.

Skema tersebut menjadi bagian dari penanganan pascagempa yang memasuki pekan kedua setelah gempa mengguncang sejumlah wilayah NTT pada 15 Agustus 2026.

Penanganan bencana juga melibatkan TNI dan berbagai lembaga pemerintah. Hingga 21 Agustus, sebanyak 5.832 personel TNI telah dikerahkan, sementara bantuan yang disalurkan melalui dukungan udara mencapai sekitar 638,471 ton.

Pemerintah pusat juga telah menyalurkan anggaran awal Rp44 miliar untuk penanganan bencana dan membuka kemungkinan penambahan anggaran sesuai kebutuhan pemulihan.

Deputi Bidang Pencegahan BNPB Abdul Muhari mengatakan kebutuhan dasar masyarakat tetap menjadi prioritas.

Polisi Sita 395 Gram Sabu di Palangka Raya, Dua Pria Ditangkap

“Tentu saja kita akan pastikan masyarakat terdampak di sini menerima bantuan pangan dan kebutuhan sandang,” kata Abdul Muhari dalam keterangan resmi, Sabtu (22/8/2026).

Penanganan gempa kini bergerak dari fase penyelamatan menuju pemulihan. Tantangan pemerintah bukan lagi hanya mendistribusikan logistik, tetapi memastikan warga yang kehilangan atau mengalami kerusakan rumah dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak.(FT/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *