Berharap Jadi Ikon Kalteng, Wagub Dukung “Benang Bintik” bisa mengantongi HKI 

 Berharap Jadi Ikon Kalteng, Wagub Dukung “Benang Bintik” bisa mengantongi HKI 

FOTO : Wakil Gubernur Kalteng H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M. (kiri, mengenakan Benang Bintik dengan corak atau motif dari Kabupaten Pulang Pisau) saat didampingi Kepala KPw-BI Kalteng Yura Djalins (kanan). 

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Edy Pratowo, S.Sos., M.M. meyakini produk olahan UMKM Lokal Kalteng banyak yang potensial untuk dipasarkan ke tingkat nasional, bahkan ke luar negeri atau ekspor, salah satunya adalah “Benang Bintik”.

Hal ini disampaikan, Wakil Gubernur Kalteng di sela-sela pembukaan even Pesona Tambun Bungai (PTB) Tahun 2022, Kamis (04/08/2022) siang, di Gedung KONI Kalteng, Jalan Tjilik Riwut No. 02, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

Dimana, untuk diketahui “Benang Bintik” merupakan kain khas Kalimantan Tengah yang memiliki berbagai corak atau motif yang memiliki nilai (value) filosofi, khususnya bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah.

H. Edy Pratowo juga berharap Benang Bintik bisa menjadi ikon, jati diri dan identitas Kalimantan Tengah. Pasalnya, setiap daerah kabupaten maupun kota di Kalimantan Tengah, juga memiliki corak atau motif benang bintik yang berbeda-beda.

Saat ini, Benang Bintik sudah mulai diminati oleh banyak konsumen, baik itu dari dalam negeri maupun luar negeri. “Hanya saja, seperti di daerah Lamandau dan Palangka Raya, dimana sejak tahun 2006 lalu, mereka sudah membuat sendiri. Namun, karena keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga, mereka pun belajar ke Jawa.”

“Di pulau Jawa sana lah mereka mengolahnya. Para pengrajin di sini mendesign gambar, kemudian mengolahnya tetap di sana. Selama di sana, mereka juga akan belajar teknologi pengolahannya. Jadi, harapannya setelah mereka belajar dari sana, selanjutnya bisa mengadopsi teknologi yang ada. Dan, itu memang perlu didukung oleh semua pihak, baik itu dari pemerintah, swasta, termasuk pula dari pihak perbankan agar bisa berkolaborasi,” terangnya.

Dirinya juga mengatakan ketika nanti Benang Bintik bisa semakin banyak diproduksi di daerah kita sendiri, maka tentunya biaya produksi juga dapat ditekan, dan produk-produk yang dihasilkan, diharapkan juga akan semakin bervariasi dan bisa menggambarkan keeksotisan setiap daerah, dari 13 kabupaten 1 kota di Kalimantan Tengah.

“Yang tidak kalah penting lagi, saya sangat setuju dan mendukung apabila Benang Bintik, kedepannya juga bisa memiliki HKI (Hak Kekayaan Intelektual). Sehingga, harapannya Benang Bintik bisa menjadi ikon, jati diri dan identitas Kalimantan Tengah, seperti halnya Kain Sasirangan milik Kalimantan Selatan,” ungkapnya.

Ditambahkan, kunci utamanya adalah kolaborasi dari seluruh stakeholder dan pemangku kepentingan, baik itu dari pemerintah, swasta, perbankan dan penggiat UMKM itu sendiri.

“Tujuannya, tidak lain bersama-sama memajukan dan membangkitkan UMKM, dalam upaya percepatan pemulihan ekonomi di Kalimantan Tengah,” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *