Advertisement
Kotawaringin Timur
Beranda / Kotawaringin Timur / SMAN 1 Cempaga Jalankan PJJ Setelah Kebakaran

SMAN 1 Cempaga Jalankan PJJ Setelah Kebakaran

Kondisi sejumlah bangunan SMAN 1 Cempaga di Desa Sungai Paring setelah terbakar pada Minggu, 27 September 2026.

SAMPIT – Sehari setelah kebakaran menghanguskan sejumlah fasilitas SMAN 1 Cempaga, persoalan sekolah bergeser dari memadamkan api menjadi menyelamatkan kegiatan belajar.

Pada Senin, 28 September 2026, pembelajaran untuk sementara dilakukan melalui Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) karena kondisi sekolah belum memungkinkan seluruh kegiatan berlangsung normal. Pada saat bersamaan, guru dan masyarakat melakukan gotong royong untuk membersihkan serta memperbaiki bagian bangunan yang masih dapat digunakan.

Camat Cempaga, Agustiawany mengatakan keputusan PJJ diambil karena sekolah masih dalam kondisi pascakebakaran dan membutuhkan penataan.

“PJJ dulu. Sementara guru-guru dengan masyarakat sekitar juga mereka bahu-membahu untuk memperbaiki yang masih bisa difungsikan, jadi mereka hari Senin nanti untuk gotong royong,” terangnya.

Jangan menunggu gedung pulih seluruhnya untuk menjaga pendidikan tetap berjalan. Karena itu, pekerjaan pertama setelah kebakaran adalah mencari ruang yang masih dapat difungsikan dan membersihkan bagian sekolah yang memungkinkan digunakan kembali.

Orangutan Sindi Diselamatkan dari Karhutla di Kotim

Namun langkah tersebut hanya menyelesaikan kebutuhan jangka pendek. Kebakaran telah merusak ruang kepala sekolah, ruang wakil kepala sekolah, tata usaha, kantor guru, aula, dan tiga ruang kelas. Sebanyak 170 iPad bantuan pemerintah provinsi juga ikut terbakar.

Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor mengatakan bangunan yang masih tersisa harus terlebih dahulu dimanfaatkan agar proses belajar tidak terhenti.

“Gedung-gedung yang ada ini masih bisa nanti digunakan. Sistemnya mungkin ada yang diatur jam atau mungkin masih cukup untuk proses belajar mengajar,” ujarnya.

Tetapi Halikinnor sekaligus mengakui bahwa pembangunan kembali tidak sepenuhnya berada di tangan pemerintah kabupaten. Ia telah melaporkan kejadian tersebut kepada Gubernur Kalteng karena SMA sederajat berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi.

“Makanya tadi saya lapor ke gubernur. Yang dibutuhkan itu mendesak, mudah-mudahan hari ini bisa didrop, paling lambat besok, meja dan kursi untuk guru-gurunya dan ruang gurunya,” terangnya.

52 Warga Sampit Laporkan Arisan, Dana Rp1,5 Miliar Belum Cair

Halikinnor berharap pembangunan gedung yang terbakar dapat masuk dalam pembahasan APBD 2027. Ia juga menyebut kebutuhan paling mendesak adalah meja dan kursi agar ruang yang masih bisa digunakan dapat segera dimanfaatkan.

Anggota DPRD Kalteng Abdul Hafid juga mendesak agar pemerintah provinsi tidak berhenti pada penanganan darurat. Ia meminta pembangunan ulang dipersiapkan karena fasilitas sekolah tersebut menjadi bagian penting dari proses pendidikan.

“Yang terpenting saat ini adalah bagaimana kegiatan pembelajaran tidak terhambat. Jangan sampai guru dan siswa menjadi korban akibat keterlambatan penanganan,” ucapnya.

Hafid juga mendorong adanya alokasi anggaran pembangunan kembali sekolah dan menyatakan akan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kalteng.(sm/*)

SMAN 1 Cempaga Terbakar, Sejumlah Ruang Hangus

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *