PALANGKA RAYA – Antrean kendaraan di sejumlah SPBU Palangka Raya membuat Pemerintah Kota meminta masyarakat tidak melakukan pembelian BBM secara berlebihan. Pemerintah menyebut stok Pertalite di Fuel Terminal Pulang Pisau masih tersedia, meski distribusinya ikut terganggu kabut asap.
Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin mengatakan antrean antara lain dipengaruhi meningkatnya permintaan Pertalite, peralihan sebagian konsumen dari Pertamax, serta informasi mengenai penggunaan STNK dan barcode untuk BBM bersubsidi.
“Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan,” kata Fairid. Rabu, (9/9/2026).
Ia meminta masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan agar pelayanan di SPBU tetap berjalan dan konsumen lain memperoleh kesempatan yang sama.
Selain kenaikan permintaan, distribusi dari Fuel Terminal Pulang Pisau menuju Palangka Raya turut mengalami hambatan akibat kabut asap karhutla. Jarak pandang yang menurun membuat waktu tempuh mobil tangki terlambat sekitar satu hingga dua jam.
Namun, data per 6 September 2026 menunjukkan stok Pertalite di Fuel Terminal Pulang Pisau mencapai 1.617 kiloliter. Kebutuhan harian tercatat 516 kiloliter dengan cakupan sekitar 3,13 hari.
“Kalau ada kebijakan baru, tentu akan disampaikan melalui jalur resmi,” ujar Fairid.
Ia mengingatkan masyarakat tidak mengambil keputusan berdasarkan informasi yang belum jelas. Pemerintah juga menyebut data stok di sejumlah SPBU menunjukkan pasokan masih tersedia.
Kondisi ini membuat persoalan BBM di Palangka Raya tidak semata soal ketersediaan stok, tetapi juga soal pola permintaan dan distribusi di tengah kondisi karhutla.
“Masyarakat diharapkan tetap tenang, membeli BBM sesuai kebutuhan, dan tidak melakukan panic buying agar distribusi dapat berjalan lebih merata,” katanya.
Pemkot meminta informasi mengenai kebijakan BBM diperoleh melalui kanal resmi sehingga antrean tidak semakin panjang akibat pembelian berlebihan.(fit/*)

Komentar