Junjung Tinggi Persatuan, Masyarakat Dayak Konsisten Mengawal Ideologi Pancasila 

 Junjung Tinggi Persatuan, Masyarakat Dayak Konsisten Mengawal Ideologi Pancasila 

FOTO : Ketua Umum DAD Kalteng H. Agustiar Sabran (kiri) bersama Sekjen MADN Yakobus Kumis (kanan) saat dibincangi awak media disela-sela kegiatan Rakerda DAD Kalteng Masa Bhakti 2021-2026, Selasa (16/08/2022). (Foto Yundhy Kaltengnews.co.id)

 

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) Yakobus Kumis menyerukan kepada masyarakat Dayak di seluruh Pulau Kalimantan, untuk tetap menjunjung tinggi persatuan dan kesatuan antar seluruh komponen masyarakat Indonesia, terlebih khususnya didalam  masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan.

Hal ini disampaikan oleh Sekjen MADN, dalam rangkaian Rakerda DAD Provinsi Kalimantan Tengah Masa Bhakti 2021-2026 yang berlangsung di Aula Jayang Tingang, Kantor Gubernur Kalteng, Selasa (16/08/2022) pagi.

Yakobus mengatakan adanya salam “Adil Ka`Talino, Bacuramin ka`Saruga, Basengat Ka`Jubata” lalu dijawab “Arus, arus, arus” memiliki sebuah makna mendalam khususnya bagi masyarakat Dayak Kalimantan.

“Dimana, masyarakat Dayak Kalimantan selalu bersikap adil kepada sesama manusia, tanpa membedakan suku, agama, ras dan golongan. Perkataan yang diucapkan, harus selaras dengan perbuatan dan sikap yang baik kepada sesama tanpa henti, dan selalu diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan ajaran dari Tuhan Yang Maha Esa,” ujarnya.

Lanjut Yakobus mengungkapkan salam tersebut, tentunya juga sangat mirip dengan pandangan ideologi Pancasila. Karena, keduanya sama-sama mempersatukan seluruh elemen masyarakat Indonesia, terlebih khususnya masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan.

“Untuk itu, wajib hukumnya kita sebagai masyarakat Dayak Kalimantan harus bersatu menjadi yang terdepan, dalam mengawal nilai-nilai ideologi Pancasila dan UUD 1945. Karena, keduanya itu selaras dengan salam dari masyarakat Dayak itu sendiri. Dan, keduanya ini sama-sama memiliki tujuan untuk mempersatukan seluruh elemen masyarakat tanpa adanya diskriminasi atau pembedaan latar belakang suku, agama, ras maupun golongan, dalam bingkai Kebhinekaan dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” tegasnya.

Dirinya juga menyerukan apabila ada pihak-pihak tertentu yang ingin memecah-belah persatuan dan kesatuan, maka kita selaku masyarakat Dayak yang juga merupakan bagian dari Bangsa Indonesia yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai Kebhinekaan dan NKRI, wajib hukumnya menjadi yang terdepan, dalam mengawal ideologi Pancasila dan UUD 1945.

“Dayak merupakan sebuah bangsa besar yang ada di Pulau Kalimantan yang tidak pernah memberontak terhadap NKRI. Dari sejak awal Merdeka sampai sekarang ini, tentunya tetap berkomitmen menjaga keutuhan NKRI dan Kebhinekaan. Dan, itulah menjadi sebuah komitmen yang dipegang oleh masyarakat Dayak Kalimantan sampai sekarang ini,” tegasnya lagi.

Selain itu, Dirinya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah pusat, khususnya kepada Presiden RI Joko Widodo yang telah memilih dan menetapkan Pulau Kalimantan (Kalimantan Timur, red) sebagai lokasi Ibukota Negara Baru.

“Terkait keputusan tersebut, maka kami seluruh masyarakat Dayak di Pulau Kalimantan ini, juga secara tegas akan siap mengawal dan mendukung proses pemindahan Ibukota Negara Baru tersebut,” ungkapnya.

Namun demikian, Dirinya juga menambahkan hal yang perlu diperhatikan adalah kesempatan sama bagi putra putri terbaik Kalimantan, untuk bisa menempati sejumlah jabatan strategis di pusat, baik itu di pemerintah pusat sebagai Menteri, TNI dan Polri dengan pangkat Jenderal, maupun di Kejaksaan Agung.

“Maksudnya, potensi SDM putra-putri Dayak, harus diberikan kesempatan yang sama, dengan cara afirmasi untuk bisa menempati sejumlah jabatan yang strategis di pemerintah pusat. Karena, masyarakat Dayak Kalimantan juga merupakan bagian dari masyarakat Indonesia. Harapannya, kesempatan tersebut juga sama diakomodir oleh pemerintah pusat,” ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Ketua Umum DAD Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, S.I.Kom menyampaikan adapun Rakerda DAD Kalteng ini, tidak lain bertujuan untuk mempererat sinergitas antar unsur pengurus, lembaga adat dan tokoh adat yang berasal dari 13 Kabupaten 1 Kota di Kalimantan Tengah

Karena, sinergitas yang baik bersama unsur sayap DAD Kalteng, yakni Damang dan Batamad, beserta seluruh unsur lembaga adat dan tokoh adat di Kalimantan, menjadi hal yang sangat penting dalam menjaga keharmonisan dan keberagaman, sesuai falsafah Huma Betang.

“Melalui sinergitas yang baik, tentunya segala program kerja bisa berjalan dengan baik pula. Untuk itu, kami juga akan melakukan konsolidasi internal dan eksternal, guna menyamakan pemahaman, pandangan dan tujuan yang sama, yakni tidak lain semata-mata hanya untuk membawa Kalimantan Tengah ke arah yang lebih baik lagi,” ujarnya.

Lanjut Anggota Komisi III DPR RI ini juga mengatakan banyak hal yang akan dihadapi bersama, terlebih nanti ketika perpindahan Ibukota Negara Baru mulai berproses.

Dimana, salah satunya adalah Sumber Daya Manusia (SDM) Kalimantan Tengah, jangan hanya sebatas menjadi penonton saja, tapi juga harus bisa terlibat secara langsung.

“Maka dari itu, kami tentunya juga sangat konsen mempersiapkan SDM Kalimantan Tengah agar mampu bersaing di kancah nasional. Untuk itu, pengembangan dan pembangunan SDM, juga akan dimulai dari seluruh daerah pelosok di Kalimantan Tengah ini. Sehingga, diharapkan nanti akan banyak SDM putra-putri asli Kalimantan Tengah yang berasal dari daerah pelosok yang memiliki kualitas dan daya saing global,” ujarnya lagi.

Tidak hanya itu, H. Agustiar Sabran juga menambahkan bahwa pihaknya juga akan selalu siap mendukung pemerintah daerah (Pemda) di Kalimantan Tengah ini, dalam upaya percepatan pembangunan di daerah-daerah pelosok, yang mencakup segala sektor, baik itu pendidikan, kesehatan dan infrastruktur.

“Hal ini sangat penting, karena menurut saya ini juga berkaitan dalam rangka mempersiapkan SDM yang unggul dan berdaya saing global, sehingga mampu bersaing dalam memberikan kontribusi positif, terlebih ketika Ibukota Negara Baru sudah berpindah ke Kalimantan Timur,” tandas H. Agustiar Sabran. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *