Pentingnya Menjaga Kelestarian Situs Budaya Tambun dan Bungai, Ini Harapan Legislator Senior PDI-P Kalteng

 Pentingnya Menjaga Kelestarian Situs Budaya Tambun dan Bungai, Ini Harapan Legislator Senior PDI-P Kalteng

FOTO : Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kalteng, Duwel Rawing.

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Sudah menjadi tanggungjawab bersama untuk menjaga dan melestarikan situs bersejarah di wilayah Kalimantan Tengah, di mana salah satunya yakni Situs Cagar Budaya Tambun Bungai yang terletak di Sungai Hulu Kahayan, Desa Tumbang Pajangei, Kabupaten Gunung Mas.

Hal tersebut diutarakan oleh Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kalteng, Duwel Rawing kepada sejumlah awak media, saat berada di gedung DPRD Kalteng, Jalan S. Parman Kota Palangka Raya, Jumat (11/02/2022).

“Kami meminta kepada pemerintah daerah (Pemda) bersama stakeholder terkait lainnya untuk bisa terus menjaga dan melestarikan situs budaya di Kalteng, salah satunya adalah situs cagar budaya Tambun Bungai yang ada di Desa Tumbang Pajangei, Kabupaten Gunung Mas,” katanya.

Lanjut Duwel menjelaskan bahwa Tambun dan Bungai merupakan sosok pemuda sakti penjaga Kalimantan Tengah dimasanya. Sehingga dua pemuda ini juga dijadikan Ikon Kalimantan Tengah atau yang dikenal dengan Bumi Tambun Bungai.

“Ada banyak benda bersejarah milik dua tokoh Suku Dayak ini yang harus kembali dijaga dan dipelihara dngan baik. Termasuk juga perlu juga di buatkan buku cerita semasa hidup mereka berdua,” Katanya lagi.

Peranan pemerintah daerah untuk melestrikan benda-benda bersejarah milik mereka berdua tersebut. Agar ketika di butuhkan bisa di lihat dan juga menjadi tujuan wisata religi

DIrinya juga berpendapat, saat ini benda bersejarah bukti nyata zaman dulu baik Batu Bulan, Goa Haramaung, Penyang dan lainya milik peninggalan Tambun dan Bungai saat ini masih ada, namun belum masih tersimpan di garis keturunan mereka berdua.

“Hingga kini, situs bersejarah Batu Bulan tempat Tambun dan Bungai bertapa ini juga masih ada terletak di Sungai Hulu Kahayan, Desa Tumbang Pajangei, Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah,” bebernya.

Ada beberapa situs peninggalan Tambun dan Bungai yang memiliki cerita unik dan menarik, salah satunya Batu Bulan yang berada di Sungai Hulu Kahayan. pihaknya berharap agar benda bersejarah tersebut dapat dipelihara dengan baik, sebagai situs sejarah bagi daerah ini.

Dirinya juga menyarankan agar lokasi Batu Bulan tersebut dibuatkan tanda dan dijaga dengan baik agar bisa dilihat, kalau ada kunjungan wisatawan datang ke wilayah tersebut.

“Saya juga pernah melihat Situs Batu Bulan peninggalan Tambun dan Bungai, memang cukup unik, menarik dan langka. Ini juga dapat menjadi daya tarik wisata lokal maupun nasional. Karena itu, hendaknya situs budaya tersebut dapat selalu dijaga dan dilestarikan,” pintanya.

Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng I, meliputi Kota Palangka Raya, Katingan dan Gunung Mas ini juga menambahkan situs sejarah Batu Bulan itu memiliki cerita atau legenda yang luar biasa, khususnya bagi masyarakat setempat, dan masyarakat Dayak khususnya.

Berdasarkan cerita oleh beberapa tokoh masyarakat setempat, Batu Bulan dipercaya akan memancarkan sinar terang kalau ada muncul bulan di langit, cahaya dari Batu Bulan bisa diliat dari jauh. Cerita ini sangat menarik untuk dilestarikan bagi warisan anak cucu masyarakat Kalimantan Tengah.

Maka dari itu, pihaknya mendorong pemerintah daerah, untuk menjaga dan melestarikan situs bersejarah karena memiliki nilai historis termasuk situs Batu Bulan peninggalan Tambun dan Bungai tersebut.

“Yang diharapkan masyarakat sekarang adalah peningkatan akses jalan ke desa dan ke lokasi-lokasi bersejarah disana. Karena kondisi jalan yang masih kurang baik, banjir saat musim hujan.”

“Kami juga sangat berharap adanya perhatian lebih serius lagi, dari Pemkab Gunung Mas dan Pemprov Kalteng untuk bisa melestarikan cagar budaya tersebut,” timpal Duwel.

Lebih dalam, ia juga berharap situs Tambun dan Bungai adalah Ikon Kalteng. Karena itu, harus mendapat perhatian yang lebih besar lagi. Dimana nantinya agar bisa menjadi tujuan objek wisata religi yang unggulan di wilayah ini.

“Demikian juga menyangkut hikayat sejarah dua sosok pemuda ini juga harus kembali diangkat dalam sebuah buku cerita rakyat Kalimantan Tengah. Agar bisa di ketahui oleh generasi muda di masa-masa yang akan datang, tentang sejarah nenek Moyang suku Dayak yang gagah berani dan perkasa yakni sakti mandraguna atau kesatria pilih tanding di masanya.” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV 

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *