Advertisement
Kalimantan Tengah
Beranda / Kalimantan Tengah / Karhutla Mengancam Orangutan, Satgas Penyelamatan Kalteng Diperkuat

Karhutla Mengancam Orangutan, Satgas Penyelamatan Kalteng Diperkuat

Tim konservasi melakukan penanganan terhadap satwa liar di tengah ancaman dampak karhutla di Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA – Pemerintah memperkuat Satgas Penyelamatan Satwa Liar di Kalimantan Tengah untuk mengantisipasi dampak karhutla terhadap satwa, terutama orangutan yang terpapar asap dan kondisi habitat yang terganggu.

Penguatan dilakukan melalui kolaborasi Kementerian Kehutanan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalteng dan organisasi konservasi yang selama ini terlibat dalam penyelamatan satwa liar.

Menteri Kehutanan Raja Antoni menegaskan penguatan tersebut bukan pembentukan satuan tugas baru. Pemerintah memilih mempererat kerja sama yang sudah berjalan agar kemampuan penyelamatan satwa dapat ditingkatkan selama karhutla berlangsung.

“Satgas yang ada selama ini kita perkuat. Ini bukan satgas baru, tetapi kerja sama yang sudah lama berjalan,” ujar Raja Antoni di Palangka Raya pada 6 September 2026.

Selain personel, perhatian diarahkan pada kesiapan layanan medis bagi satwa yang mengalami gangguan akibat asap.

Air Bersih Menipis, Warga Kapuas Harus Beli Air Rp5.000 per Galon

Raja mengatakan pemerintah memastikan ketersediaan dokter hewan tetap memadai. Apabila tenaga yang ada tidak mencukupi, dokter dari luar Kalimantan Tengah dapat diperbantukan.

“Kalau seandainya tidak lagi mampu ditangani oleh dokter hewan yang ada di Kalimantan Tengah, kita bisa kirimkan bantuan dari Jawa atau tempat lain,” katanya.

Peralatan medis juga menjadi bagian dari penguatan. Pemerintah menyiapkan kebutuhan seperti tabung oksigen dan nebulizer untuk penanganan gangguan pernapasan pada orangutan akibat dampak asap.

Langkah itu memperlihatkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya diarahkan pada pemadaman api. Pemerintah juga mulai memperhitungkan dampak ekologis yang muncul ketika kebakaran memasuki atau mendekati habitat satwa.

Raja mengatakan satgas akan bekerja bersamaan dengan upaya pemerintah memadamkan api dan mencegah penyebaran asap.

UPR Kembangkan Teknologi Busa Sabun untuk Pemadaman Karhutla

“Selain berusaha memadamkan api dan mencegah asapnya, kami memperkuat kolaborasi agar dampaknya tidak menimpa banyak orangutan,” ujarnya.

Kesiapan medis, penyelamatan satwa dan pengendalian kebakaran kini ditempatkan sebagai satu rangkaian penanganan selama periode rawan karhutla di Kalteng.(fit/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *