PALANGKA RAYA – Penanganan kebakaran hutan dan lahan di Palangka Raya kini menyasar persoalan yang kerap tidak terlihat. Bara yang tersimpan di bawah permukaan gambut. Polda Kalimantan Tengah menguji penggunaan Hartindo AF31 untuk membantu memadamkan titik api tersebut.
Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan mengatakan pemadaman di lahan gambut berbeda dengan kebakaran biasa. Api yang terlihat padam di permukaan belum tentu benar-benar selesai.
“Api yang telah padam di permukaan belum tentu menunjukkan kebakaran benar-benar berhenti,” kata Iwan.
Menurut dia, bara yang tersimpan di bawah gambut dapat kembali menghasilkan asap dan berpotensi memunculkan api ketika kondisi lingkungan mendukung. Situasi semacam itu membuat tim pemadam harus mencari titik panas yang tidak selalu terlihat secara kasatmata.
Untuk itu, personel menggunakan drone thermal untuk membantu menemukan titik panas sebelum melakukan penyemprotan atau injeksi bahan ke dalam tanah.
“Dengan menggunakan drone thermal, kita ketahui titik-titik apinya ada di mana,” ucap Iwan.
Bahan Hartindo AF31 dicampurkan dengan air lalu digunakan pada titik yang masih menyimpan bara. Metode injeksi dirancang agar cairan dapat menjangkau bagian bawah permukaan tanah, tempat api dapat bertahan lebih lama.
Persoalan bara bawah permukaan juga menjadi bagian dari tekanan penanganan di Kobar. Di kabupaten tersebut, tujuh titik karhutla masih aktif dan status tanggap darurat diperpanjang hingga 18 September. Sekitar 400 personel masih dikerahkan.
Gambaran tersebut menunjukkan karhutla Kalteng tidak hanya soal memadamkan api yang terlihat. Perubahan kondisi gambut, sumber bara dan cuaca menjadi faktor yang harus dipantau bersamaan.
Bupati Kapuas Muhammad Wiyatno juga menekankan pentingnya memperkuat kesiapsiagaan menghadapi kondisi cuaca yang meningkatkan risiko kebakaran.
“Kesiapsiagaan harus terus diperkuat,” kata Wiyatno.
Pengujian teknologi oleh Polda Kalteng selanjutnya menjadi bagian dari upaya mempercepat identifikasi dan pemadaman bara tersembunyi. Hasil penerapan lapangan akan menentukan seberapa jauh metode tersebut bisa membantu operasi karhutla berikutnya.(fit/*)

Komentar