SAMPIT – Layanan Catheterization Laboratory atau Cathlab di RSUD dr Murjani Sampit telah beroperasi sejak 26 Juni 2026, membuka akses pelayanan intervensi jantung yang sebelumnya banyak mengharuskan pasien Kotawaringin Timur dirujuk ke luar daerah.
Pengoperasian layanan tersebut ditandai dengan tindakan intervensi nonbedah perdana melalui program proctorship. RSUD dr Murjani menjadi rumah sakit kabupaten pertama di Kalimantan Tengah yang berhasil mengoperasikan layanan Cathlab.
Direktur RSUD dr Murjani Sampit, dr Yulia Nofiany menjelaskan, operasional Cathlab merupakan hasil proses panjang. Fasilitas tersebut sudah tersedia sejak 2019, tetapi baru dapat digunakan setelah rumah sakit memenuhi persyaratan infrastruktur, perizinan dan sumber daya manusia.
“RSUD dr Murjani telah memenuhi persyaratan sarana, prasarana, perizinan dan sumber daya manusia sehingga layanan Cathlab dapat dioperasikan.” Terang dr Yulia pada Selasa (6/10/2026).
Besarnya kebutuhan layanan tersebut terlihat dari data pelayanan rumah sakit. Sepanjang 2025 tercatat 8.375 kunjungan pasien di Poli Jantung. Dari jumlah itu, 4.756 pasien atau sekitar 56 persen merupakan penderita penyakit jantung koroner dan angina yang membutuhkan tindakan Cathlab.
“Dari 8.375 kunjungan pasien di Poli Jantung sepanjang 2025, sebanyak 4.756 pasien membutuhkan tindakan Cathlab,” bebernya.
Data tersebut setara dengan kebutuhan rata-rata sekitar 13 hingga 15 pasien setiap hari. Angka itu memberi gambaran bahwa Cathlab bukan sekadar tambahan fasilitas, melainkan layanan yang dibutuhkan dalam jumlah cukup besar oleh pasien di Kotim dan sekitarnya.
Layanan tersebut juga dibangun melalui jejaring pengampuan. RSUD dr Doris Sylvanus menjadi pengampu regional, sedangkan Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita menjadi pengampu nasional. Pada tindakan perdana, tim RSUD dr Murjani bersama tim pendamping menangani sembilan pasien.
Dari sisi pemerintah daerah, Bupati Kotawaringin Timur, Halikinnor menilai keberadaan Cathlab memperpendek akses pasien terhadap pelayanan jantung. Sebelum layanan tersedia di Sampit, pasien Kotim banyak yang harus dirujuk ke Palangka Raya, Banjarmasin hingga Pulau Jawa untuk memperoleh tindakan tertentu.
“Masyarakat Kotim kini memiliki akses pelayanan penyakit jantung yang lebih dekat melalui layanan Cathlab di RSUD dr Murjani,” katanya.
Bupati juga menempatkan layanan tersebut sebagai bagian dari penguatan pelayanan kesehatan daerah. Kehadirannya sekaligus membuka kemungkinan RSUD dr Murjani melayani pasien dari kabupaten lain yang belum memiliki fasilitas Cathlab.
“Layanan ini tidak hanya penting bagi masyarakat Kotim, tetapi juga berpotensi memperkuat akses pasien dari daerah lain yang belum memiliki Cathlab,” pungkas Bupati.(fah/*)

Komentar