PALANGKA RAYA – Isenmulang FC mendapat sanksi pengurangan dua poin dalam kompetisi Super League 2026/27 setelah klub tersebut melakukan perubahan home base atau stadion setelah rangkaian proses lisensi berlangsung.
Direktur Utama I.League Asep Sina menjelaskan perubahan tersebut masuk dalam kategori administrasi kompetisi yang memiliki konsekuensi terhadap klub.
Sanksi itu berbentuk “pengurangan dua poin,” kata Asep.
Keputusan tersebut tidak berkaitan langsung dengan hasil pertandingan Isenmulang yang sebelumnya kalah 0-4 dari tuan rumah Arema FC. Kekalahan dan sanksi administratif merupakan dua perkara berbeda dalam perjalanan tim.
I.League menegaskan perubahan home base harus mengikuti prosedur yang ditetapkan setelah proses lisensi klub.
“Setiap klub memiliki kewajiban,” ujar Asep saat menjelaskan tanggung jawab peserta kompetisi.
Persyaratan tersebut bukan sekadar formalitas administrasi. Perubahan stadion berkaitan dengan kesiapan fasilitas, operasional pertandingan dan kepastian bagi penyelenggara serta klub lawan.
Karena itu, regulasi home base menjadi bagian dari tata kelola kompetisi profesional.
“Menjaga standar serta integritas kompetisi,” tegas Asep.
Bagi Isenmulang, pengurangan dua poin membuat posisi awal mereka dalam klasemen menjadi lebih berat. Klub kini harus mengompensasi kehilangan poin administratif melalui hasil pertandingan di lapangan.
Sanksi tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa kepatuhan terhadap regulasi memiliki dampak langsung terhadap perolehan poin, bukan hanya urusan administratif di luar pertandingan.(fit/*)

Komentar