Sekolah di Kotim Kembali Tatap Muka, Siapkan Opsi PJJ Jika Kabut Asap Memburuk
SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah, mengevaluasi kebijakan belajar dari rumah (BDR) menyusul perubahan kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Bupati Kotim Halikinnor mengatakan kegiatan belajar mengajar kembali dapat dilakukan secara tatap muka setelah kondisi asap cenderung berkurang ketika memasuki siang hari. Namun, pemerintah daerah tetap menyiapkan skema pembelajaran jarak jauh apabila kualitas udara kembali memburuk.
“Kemarin sekolah sempat mau kita liburkan atau daring, tapi setelah kita amati ternyata kalau sudah agak siang sedikit asapnya berkurang. Sehingga kita aktifkan lagi, tapi sambil kita pelajari situasinya,” kata Halikinnor di Sampit, Selasa (25/8/2026).
Menurut dia, keputusan tidak diberlakukan seragam untuk seluruh wilayah Kotim karena tingkat paparan asap berbeda-beda. Wilayah bagian selatan dan tengah disebut lebih banyak terdampak titik api dibandingkan wilayah utara.
“Kalau memang nanti kabut asap tambah parah dan membahayakan anak-anak kita, siswa-siswi kita, mungkin nanti kita liburkan atau mungkin ada daerah-daerah tertentu, jadi tidak semua,” ujarnya.
Kebijakan tersebut dituangkan melalui Surat Edaran Bupati Kotim Nomor 400.3.1/111/Disdik-1/2026 tentang Adaptasi Kegiatan Pembelajaran di Musim Kemarau Tahun 2026. Surat edaran itu sekaligus mencabut kebijakan sebelumnya yang mengatur BDR secara lebih luas.
Dalam aturan terbaru, sekolah yang terdampak kabut asap tetap dapat menerapkan PJJ melalui BDR setelah berkoordinasi dengan koordinator wilayah kecamatan dan Dinas Pendidikan Kotim.
Pemerintah daerah juga mengatur penyesuaian jam sekolah. PAUD dimulai pukul 08.00 hingga 10.00 WIB, sementara SD dan SMP mulai pukul 07.30 WIB. Jam pulang SD ditetapkan pukul 13.00 WIB dan SMP pukul 13.40 WIB. Khusus Jumat, waktu belajar dibuat lebih singkat.
Halikinnor menjelaskan penyesuaian tersebut mempertimbangkan kondisi udara pada pagi hari yang biasanya masih dipengaruhi kabut asap.
“Pagi hari biasanya kondisi masih diselimuti kabut asap, sedangkan menjelang siang kondisi cenderung membaik,” ujar Halikinnor.
Sebelumnya, Kemendikdasmen juga memastikan hak belajar murid di wilayah terdampak karhutla tetap berjalan. Berdasarkan data BNPB dan Dapodik per 11 Agustus 2026, sebanyak 3.524 satuan pendidikan dengan 571.338 murid telah menerapkan PJJ di sejumlah wilayah terdampak karhutla, termasuk Palangka Raya dan Kotawaringin Timur. (AN/*)

Komentar