Advertisement
Barito Selatan
Beranda / Barito Selatan / Sungai Barito Menyusut Drastis, Gosong Pasir Muncul di Bawah Jembatan Kalahien

Sungai Barito Menyusut Drastis, Gosong Pasir Muncul di Bawah Jembatan Kalahien

Hamparan gosong pasir muncul di tengah Sungai Barito di sekitar Jembatan Kalahien, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, Kabupaten Barito Selatan. (Kaltengnews/NN)

BUNTOK – Kemarau panjang mulai mengubah wajah Sungai Barito di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah. Debit air yang menyusut drastis membuat dasar sungai di sekitar Jembatan Kalahien, Desa Kalahien, Kecamatan Dusun Selatan, terbuka dan membentuk hamparan gosong pasir.

Pemandangan tersebut terlihat pada Minggu (23/8/2026). Bagian sungai yang biasanya dipenuhi air kini tampak terpecah oleh daratan dan hamparan pasir sehingga menyerupai pantai atau gurun.

Warga setempat, Rudi Hermansyah, mengatakan penyusutan debit air mulai terlihat semakin parah sejak awal Agustus.

“Kondisi tersebut tidak hanya mengubah bentang alam sungai, tetapi juga mulai mengganggu aktivitas transportasi air,” kata Rudi.

Menurut Rudi, sejumlah kapal pengangkut barang dan tongkang mulai menghadapi kesulitan ketika melewati bagian sungai yang dangkal.

Kabut Asap Tutup Langit Sampit, Pesawat Super Air Jet Dua Kali Gagal Mendarat

“Sejumlah kapal pengangkut barang dan tongkang dilaporkan kesulitan melintasi bagian sungai yang dangkal,” ujarnya.

Sungai Barito merupakan salah satu jalur penting bagi transportasi dan distribusi barang di kawasan tersebut. Penurunan muka air berpotensi meningkatkan waktu tempuh dan menyulitkan kapal mencari alur yang masih cukup dalam.

“Dampaknya ikut dirasakan pada aktivitas distribusi,” tambah Rudi.

Fenomena tersebut terjadi ketika wilayah Kalimantan Tengah menghadapi kondisi musim kemarau yang semakin kering. BMKG sebelumnya mencatat sebagian wilayah Kalimantan Tengah mengalami periode hari tanpa hujan panjang, terutama di bagian selatan.

Bagi masyarakat yang bergantung pada transportasi sungai, penurunan debit air bukan sekadar fenomena visual. Jika kondisi berlanjut, pendangkalan dapat membatasi pergerakan kapal dan mengganggu distribusi barang.

Katingan Naikkan Status Karhutla Jadi Tanggap Darurat, Air Jadi Kendala Utama

Kemunculan daratan di tengah Sungai Barito juga menjadi indikator visual betapa kuatnya dampak musim kemarau terhadap tata air kawasan.

Rudi menilai kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena Sungai Barito bukan hanya bagian dari bentang alam, tetapi juga menjadi jalur aktivitas ekonomi masyarakat.(NN/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *