Advertisement
Headline Hukum & Kriminal Kalimantan Tengah Nasional
Beranda / Nasional / 64 Korban KM Virgo Belum Ditemukan, Pencarian Diperkuat di Pesisir Kalteng

64 Korban KM Virgo Belum Ditemukan, Pencarian Diperkuat di Pesisir Kalteng

Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 dalam operasi yang juga diperluas ke wilayah pesisir Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA – Pesisir Kalimantan Tengah kini menjadi salah satu titik penting dalam pencarian korban KM Virgo Transport 8 setelah 18 jasad ditemukan dari perairan Seruyan dan Sukamara. Hingga pembaruan operasi pukul 23.00 WIB pada 28 September 2026, masih ada 64 orang dari total 243 dalam manifes yang belum ditemukan.

Dari jumlah yang sudah ditemukan, 108 orang selamat dan 71 meninggal dunia. Basarnas kemudian menetapkan Kepala Kantor SAR Palangka Raya sebagai koordinator khusus operasi di wilayah Kalteng dengan dukungan unsur kepolisian, TNI, masyarakat pesisir dan nelayan.

“Di Kalimantan Tengah menggelar operasi SAR. Jadi semua personel diturunkan, digerakkan,” kata Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin, I Putu Sudayana. Selasa (29/9/2026).

Penyisiran tidak hanya mengandalkan armada SAR. Informasi pencarian disebarkan melalui jaringan nelayan dan kapal yang melintas di sekitar jalur pelayaran, karena pergerakan korban dapat menjangkau wilayah pesisir yang jauh dari titik tenggelam. Basarnas juga tetap mengaktifkan mayday broadcast melalui Vessel Traffic Services untuk meminta bantuan kapal yang menemukan korban.

“Sangat berisiko bagi penyelam masuk ke dalam badan kapal,” ungkapnya.

Karhutla Kalteng Berisiko bagi Warga dan Petugas, Layanan Oksigen Disiapkan

Risiko tersebut membuat proses evakuasi bawah laut dibatasi. Tim penyelam mengambil jasad yang dapat dijangkau dari sisi luar bangkai kapal, sementara upaya membuka akses ke bagian dalam dilakukan dengan memperhitungkan keselamatan penyelam. Kondisi badan kapal dilaporkan masih labil.

Persoalan berikutnya menyangkut bangkai kapal. Peralatan salvage berupa crane barge dan main boom disebut telah tersedia di Singapura, tetapi pelaksanaan pengangkatan masih menunggu penunjukan mitra serta pengiriman peralatan ke lokasi. Kementerian Perhubungan bahkan telah memberikan teguran kepada pihak P&I dan pemilik kapal karena proses tersebut dinilai lambat.

“Dipastikan peralatan salvage sudah berada di Singapura,” ujarnya.

Di sisi identifikasi, Tim DVI telah mengenali 41 korban dari 70 jenazah yang diterima di RS Bhayangkara Banjarmasin. Masih ada 29 jenazah yang belum diketahui identitasnya, sehingga pencarian korban dan pemberian kepastian kepada keluarga berjalan sebagai dua kebutuhan yang sama-sama mendesak.

“Dengan teridentifikasi 16 jenazah ini berarti total korban yang telah diketahui identitasnya sebanyak 41 orang,” terang Kabid Humas Polda Kalsel, Kombes Pol Nur Khamid.

Bursa Ketua KNPI Palangka Raya Mulai Bergerak, Bush Valentino Disebut

Sementara, penanganan hukumnya berjalan terpisah. Mabes Polri mengambil alih penyelidikan kasus tenggelamnya KM Virgo Transport 8 dari Polda Kalimantan Selatan setelah sebelumnya sejumlah awak kapal yang selamat dan pihak terkait dimintai keterangan.

“Penanganan perkaranya dilimpahkan ke Mabes Polri,” kata Nur Khamid.(fit/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *