SAMPIT – Kasus infeksi saluran pernapasan akut atau ISPA di Kabupaten Kotawaringin Timur meningkat pada Agustus 2026 di tengah memburuknya kualitas udara akibat kabut asap karhutla.
Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi mengatakan peningkatan memang terjadi, tetapi belum masuk kategori signifikan.
“Ada peningkatan, cuma tidak signifikan. Jadi karena kabut asap, terus ada iritasi sedikit, dengan kondisi tubuh kita kurang bagus, jadi virus bisa masuk,” kata Umar di Sampit, Jumat (11/9/2026).
Keterangan tersebut menunjukkan bahwa dampak karhutla tidak berhenti pada jarak pandang atau aktivitas luar ruang, tetapi juga menjadi persoalan kesehatan masyarakat.
Dinas Kesehatan memperhatikan kondisi pasien dengan gangguan pernapasan dan faktor lingkungan sebagai bagian dari langkah antisipasi.
Kondisi ini berlangsung bersamaan dengan sejumlah wilayah Kalteng yang masih menghadapi karhutla serta kabut asap. Di Palangka Raya, pemerintah bahkan menyesuaikan pola pembelajaran dengan kondisi kualitas udara.
Meski kenaikannya dinilai tidak signifikan, perkembangan kasus tetap penting dipantau karena kualitas udara dapat berubah cepat mengikuti perkembangan kebakaran.
Tahap berikutnya adalah pemantauan kasus ISPA dan kondisi kualitas udara serta penguatan langkah perlindungan kesehatan warga.(SM/*)

Komentar