Advertisement
Barito Selatan Headline
Beranda / Headline / Kru Heli Karhutla Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal

Kru Heli Karhutla Jatuh di Sungai Barito Ditemukan Meninggal

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah Yayan Supyansuri, kru helikopter Super Puma VH-HGM yang ditemukan meninggal dunia di Sungai Barito.

Pencarian terhadap satu awak helikopter Super Puma H-225 registrasi VH-HGM yang jatuh di Sungai Barito berakhir dengan duka. Tim SAR gabungan menemukan Yayan Supyansuri, satu-satunya awak berkewarganegaraan Indonesia, dalam kondisi meninggal dunia, Minggu (8/11/2026).

Korban dievakuasi pada pukul 18.08 WITA di sekitar Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan. Sebelumnya, Yayan dinyatakan hilang setelah helikopter yang menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tersebut jatuh ke sungai saat operasi water bombing.

Kepala Kantor SAR Banjarmasin selaku SAR Mission Coordinator (SMC), I Putu Sudayana, membenarkan penemuan korban. Jenazah untuk sementara dibawa ke Puskesmas Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, sebelum direncanakan dievakuasi ke rumah sakit di Banjarmasin.

“Ya benar korban ketiga meninggal,” kata Sudayana.

Sementara itu, dua awak lainnya berhasil diselamatkan lebih dahulu. Keduanya adalah Hugh Andrew John Page sebagai pilot dan Michael John Betteridge sebagai kopilot sekaligus teknisi.

Helikopter Water Bombing Jatuh di Sungai Barito, Satu Kru Hilang

Status tiga awak helikopter VH-HGM:

“Tiga awak helikopter yang mengalami kecelakaan telah ditemukan dan dievakuasi. Tidak ada lagi awak yang dilaporkan hilang,” terang Sudayana.

Operasi pencarian dan pertolongan melibatkan Basarnas, unsur TNI, Polda Kalimantan Selatan, Polres Barito Kuala, BPBD Kalimantan Selatan, BPBD Barito Kuala, BPBD Kapuas, pemerintah daerah, serta potensi SAR dari wilayah Barito Kuala dan Kapuas.

Meski seluruh awak telah dievakuasi, penyebab kecelakaan belum diketahui. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan sebelumnya menyatakan sedang berkoordinasi dengan operator, BNPB, dan instansi terkait untuk mengumpulkan data teknis serta melakukan pemeriksaan awal dari aspek kelaikudaraan dan pengoperasian pesawat.

Kecelakaan terjadi ketika helikopter tersebut menjalankan misi pengambilan air untuk pemadaman karhutla di Sungai Barito. Helikopter VH-HGM merupakan armada Super Puma yang dikontrak BNPB untuk mendukung operasi water bombing.(iya/*)

Satu Helikopter Water Bombing Terjatuh di DAS Barito

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *