Advertisement
Hukum & Kriminal Nasional

Ilustrasi pengguna ponsel menerima tautan promosi digital yang mengatasnamakan layanan perbankan dan perlu diverifikasi sebelum dibuka.

JAKARTA – Tawaran hadiah mobil mewah hingga paket ibadah kembali beredar di media sosial dengan mencatut nama Livin’ by Mandiri. Pengguna ditawari pendaftaran gratis dengan iming-iming kendaraan seperti Pajero, Mercedes-Benz dan Fortuner.

Di balik hadiah yang terlihat menggiurkan, persoalan utamanya justru berada pada tautan yang digunakan untuk menarik korban masuk ke halaman pendaftaran.

Modus tersebut berpotensi mengarah pada phishing, yakni upaya memperoleh data pribadi atau informasi rahasia dengan menyamar sebagai layanan yang dipercaya pengguna.

Tautan semacam ini tidak boleh diperlakukan sebagai promosi resmi hanya karena menggunakan nama, logo, atau identitas perusahaan yang dikenal.

Corporate Secretary Bank Mandiri, Adhika Vista mengatakan, nasabah harus memastikan informasi mengenai program atau hadiah Bank Mandiri berasal dari kanal resmi dan tidak langsung mengakses tautan yang sumbernya tidak jelas.

Palu DPR Berbunyi: UU Ketenagakerjaan Sah, Perampasan Aset Mulai Dikebut

Bahaya terbesar muncul ketika pengguna diminta memasukkan data yang seharusnya bersifat rahasia. Data seperti identitas rekening, kata sandi, PIN atau kode OTP tidak semestinya diberikan melalui formulir atau tautan yang datang dari sumber tidak dikenal.

“Bank Mandiri tidak mengimbau nasabah untuk membagikan data rahasia perbankan melalui tautan yang beredar di media sosial atau aplikasi percakapan,” ujar Adhika pada Selasa (6/10/2026).

Dari sisi pemerintah, modus semacam ini masuk dalam pola penipuan digital yang menggunakan rekayasa sosial. Pelaku tidak perlu meretas sistem bank apabila dapat membuat korban menyerahkan informasi secara sukarela.

Konten undian yang meminta pengguna membuka tautan dan menyerahkan data pribadi harus diverifikasi terlebih dahulu melalui kanal resmi penyelenggara,” ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar.

Pihaknya juga meminta masyarakat untuk membedakan antara keberadaan promosi atau undian resmi dengan tautan yang hanya mencatut identitas perusahaan.

Sebuah program hadiah memang dapat saja benar-benar ada, tetapi pengguna tetap harus memastikan alamat situs, mekanisme pendaftaran, dan sumber informasi sebelum memasukkan data.

“Jangan menjadikan besarnya hadiah sebagai alasan untuk mengabaikan keamanan. Verifikasi alamat situs dan identitas penyelenggara sebelum melakukan tindakan apa pun,” imbaunya.

Bagi nasabah yang sudah telanjur memasukkan data atau menemukan aktivitas transaksi yang tidak dikenali, jalur pengaduan resmi bank perlu segera digunakan. Bank Mandiri menyediakan layanan Mandiri Call 14000 untuk penanganan nasabah.(/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *