Advertisement
Barito Selatan
Beranda / Barito Selatan / 60 Ribu Liter Air Diangkut Kelotok ke Warga Terdampak Kekeringan di Barsel

60 Ribu Liter Air Diangkut Kelotok ke Warga Terdampak Kekeringan di Barsel

Petugas membawa air bersih menggunakan kelotok untuk menjangkau permukiman warga Desa Batampang.

BUNTOK – Krisis air bersih di Kabupaten Barito Selatan memaksa distribusi dilakukan dengan cara yang tidak biasa. Enam tangki berkapasitas masing-masing 10.000 liter dikerahkan untuk memasok warga Desa Batampang, Kecamatan Dusun Hilir.

Karena sebagian permukiman berada di pinggir sungai dan sulit dijangkau kendaraan darat, sebagian air dibawa menggunakan kelotok menyusuri jalur sungai hingga mendekati rumah warga.

Kapolres Barito Selatan, AKBP Eko Mardianto membenarkan distribusi tersebut. Menurut keterangan yang dipublikasikan, air berasal dari depot pengolahan air minum di Kelurahan Mengkatip dan sebelum dibagikan diuji dengan hasil pH 7, atau netral.

“Benar, anggota Polres Barsel dan Polsek Dusun Hilir mendistribusikan air bersih ke sejumlah titik,” terang Kapolres. Minggu (4/10/2026).

Ia menjelaskan akses geografis menjadi alasan penggunaan transportasi sungai. “Karena jaraknya yang cukup jauh serta melintasi jalur sungai, anggota menggunakan perahu atau kelotok untuk menyalurkan air bersih ke rumah-rumah warga,” terangnya.

2.336 Warga Alami Gangguan Kesehatan, Karhutla Bartim Masuk Tekanan Layanan Kesehatan

Distribusi tersebut menyasar warga di Dusun Simpang Telo, Desa Batampang, termasuk permukiman yang tidak mudah dijangkau kendaraan darat. Secara keseluruhan, air yang dikirim mencapai 60.000 liter.

Kapolres juga menyatakan, distribusi air tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat sekaligus berjalan bersamaan dengan penanganan karhutla di wilayah Barsel.

“Distribusi air akan terus diarahkan ke warga yang paling membutuhkan sesuai kondisi di lapangan,” ucapnya.

Fenomena ini penting dicermati karena kekurangan air bersih tidak berhenti pada persoalan jarak. Di wilayah yang akses utamanya melalui sungai, distribusi bantuan juga bergantung pada kondisi geografis dan moda transportasi yang tersedia.

Sementara, Bupati Barito Selatan, Eddy Raya Samsuri mengatakan, penanganan kekeringan harus memastikan warga tetap memperoleh kebutuhan dasar, terutama air bersih untuk keperluan sehari-hari.

DPRD Murung Raya Dorong Pemda Buka Pasar Lebih Luas untuk UMKM Lokal

“Kondisi di desa-desa yang sulit dijangkau perlu dipetakan agar bantuan tidak berhenti hanya di wilayah yang mudah diakses,” pungkas Bupati.(din/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *