LOMBOK TENGAH – Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Nusa Tenggara Barat, mencatat 685.844 kunjungan wisatawan sepanjang semester I 2026, meningkat 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut sekaligus mencapai 124 persen dari target perusahaan, memperkuat posisi Mandalika sebagai salah satu destinasi wisata olahraga dan gaya hidup unggulan Indonesia.
Pelaksana Tugas Direktur Utama InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Ahmad Fajar mengatakan pertumbuhan tersebut menunjukkan tren positif pariwisata Mandalika.
“Sepanjang semester I 2026, kawasan Mandalika ini mencatat 685.844 kunjungan wisatawan, tumbuh 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus angka itu mencapai 124 persen dari target perusahaan,” kata Ahmad Fajar dalam keterangan tertulis di Lombok Tengah, Sabtu (22/8/2026).
Pertumbuhan tidak hanya terjadi pada jumlah wisatawan. Tingkat okupansi rata-rata akomodasi juga naik dari 44,94 persen menjadi 50,95 persen.
Menurut Ahmad, peningkatan tersebut berkaitan dengan semakin padatnya agenda olahraga, hiburan dan aktivitas komunitas.
“Tren pertumbuhan terus berlanjut seiring semakin kuatnya posisi kawasan sebagai destinasi sport and lifestyle tourism,” ujarnya.
ITDC memproyeksikan tren tersebut masih berlanjut pada semester kedua 2026.
“Berbagai event nasional maupun internasional diproyeksikan menjadi katalis peningkatan kunjungan wisatawan, okupansi, aktivitas bisnis, sekaligus memperkuat multiplier effect bagi sektor perhotelan, transportasi, UMKM, ekonomi kreatif, dan pelaku usaha lokal,” kata Ahmad.
Pertumbuhan Mandalika menjadi bagian dari tren lebih luas sektor pariwisata nasional. Data BPS yang dikutip Kementerian Pariwisata menunjukkan perjalanan wisata domestik Indonesia mencapai 630,41 juta perjalanan pada Januari-Juni 2026, sementara kunjungan wisatawan mancanegara mencapai 7,45 juta.
Kenaikan aktivitas wisata membuat Mandalika tidak lagi hanya mengandalkan wisata pantai. Kalender balap, hiburan, komunitas dan pengalaman gaya hidup menjadi bagian dari strategi membangun destinasi sepanjang tahun.
Bagi pelaku usaha lokal, meningkatnya arus wisatawan berarti peluang tambahan bagi hotel, restoran, transportasi, UMKM dan ekonomi kreatif.(DN/*)

Komentar