Advertisement
Nasional
Beranda / Nasional / Indonesia-China Sepakat Dorong Perdagangan Tembus di Atas US$167 Miliar

Indonesia-China Sepakat Dorong Perdagangan Tembus di Atas US$167 Miliar

Sugiono dan Wang Yi saat konferensi pers bersama. (Kaltengnews/FT)

JAKARTA – Indonesia dan China sepakat memperbesar volume perdagangan bilateral yang saat ini mencapai sekitar US$167 miliar, sekaligus memperkuat kerja sama strategis di sektor energi, mineral, maritim, teknologi, dan kecerdasan buatan.

Kesepakatan tersebut menjadi salah satu hasil utama Comprehensive Strategic Dialogue (CSD) pertama Indonesia-China yang digelar di Jakarta, Jumat (21/8/2026).

Menteri Luar Negeri RI Sugiono mengatakan angka perdagangan saat ini belum menggambarkan seluruh potensi ekonomi kedua negara.

“Karena angka tersebut tidak mencakup semua potensi yang dimiliki oleh kedua negara dan untuk itu kami juga sepakat untuk terus meningkatkan kerja sama di bidang perdagangan dalam rangka meningkatkan jumlah dan angka perdagangan tersebut,” kata Sugiono dalam pernyataan bersama di Kementerian Luar Negeri.

Menurut Sugiono, Indonesia dan China juga sepakat merevitalisasi sejumlah mekanisme strategis dalam bidang perdagangan, energi, mineral dan maritim. Kedua negara turut menjajaki kerja sama baru di sektor karantina serta kecerdasan buatan.

Prabowo Tiba di Palangka Raya, 4.499 Hektare Kalteng Terbakar: Komando Karhutla Naik Level

CSD tersebut dipimpin bersama Sugiono dan Menteri Luar Negeri China Wang Yi. Forum ini dibentuk sebagai mekanisme baru untuk menentukan prioritas hubungan bilateral kedua negara.

Wang mengatakan hubungan Indonesia-China berlangsung dalam situasi internasional yang semakin kompleks.

“The current international situation is intertwined and complex,” kata Wang, seraya menilai tindakan unilateral dan hegemonik memberikan dampak serius terhadap kerja sama serta stabilitas global.

China juga menyatakan komitmennya memperkuat kerja sama dengan Indonesia dalam energi dan sumber daya mineral.

“China actively aims to build China-Indonesia cooperation at a high level,” ujar Wang.

Jembatan Sei Katingan Mulai Direkayasa, Kendaraan di Atas 6 Ton Bakal Dibatasi

Selain ekonomi, Indonesia dan China membahas kerja sama pertahanan. Kedua negara sepakat memperkuat hubungan militer dan menjajaki kerja sama di bidang kecerdasan buatan, pertahanan, transportasi kereta api, energi hijau, satelit dan perikanan.

Pada pertemuan 2+2, Indonesia dan China juga kembali mendorong percepatan finalisasi Code of Conduct (CoC) Laut China Selatan dengan tetap menempatkan ASEAN sebagai pusat pengelolaan keamanan kawasan.

Kerja sama ekonomi tersebut memiliki arti penting bagi Indonesia karena China merupakan salah satu mitra dagang dan investor utama. Data Indonesia yang dikutip Reuters menunjukkan investasi langsung China di Indonesia mencapai sekitar US$3,9 miliar pada semester pertama 2026.

Dengan agenda perdagangan, mineral, energi, teknologi dan pertahanan yang semakin terintegrasi, hubungan Jakarta-Beijing memasuki fase yang lebih strategis sekaligus menuntut Indonesia menjaga keseimbangan kepentingan nasional di tengah persaingan kekuatan besar.(FT/*)

Viral Video Jadi Bukti, Dua Pembakar Lahan di Palangka Raya Ditangkap Polisi

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *