KUALA PEMBUANG – Kabupaten Seruyan mencatat 861 kejadian kebakaran dengan luas lahan terbakar mencapai 1.232 hektare hingga 20 September 2026, sementara kekeringan membuat sebagian masyarakat mulai kesulitan memperoleh air bersih.
Pemerintah Kabupaten Seruyan sebelumnya telah menaikkan status bencana karhutla dari siaga menjadi tanggap darurat sejak 16 September hingga 31 Oktober 2026. Salah satu persoalan yang kini dihadapi bukan hanya api, tetapi juga semakin terbatasnya sumber air.
Anggota DPRD Seruyan Sukran Ma’Mun mengatakan sumur masyarakat di sejumlah kawasan mulai mengalami penyusutan hingga kering, termasuk beberapa sumur bor.
“Kalau air bersih sudah pasti terdampak di musim kemarau ini. Masalahnya, rata-rata sumur, jangankan sumur galian biasa, sumur bor pun kekeringan. Jadi hampir rata-rata di sana kesulitan untuk mendapatkan sumber air,” kata Sukran.
Kondisi tersebut juga berpengaruh langsung terhadap penanganan karhutla. Petugas tidak selalu mudah memperoleh sumber air di dekat lokasi api.
“Tidak hanya sumber air bersih saja, bahkan sekarang juga terjadi kebakaran. Dalam penanganannya pun kita kesulitan mengambil air,” ujarnya.
Dalam beberapa kejadian, sumber air alternatif harus dicari dari waduk yang berada di sekitar lokasi kebakaran.
“Untungnya saat itu kita dibantu oleh perusahaan-perusahaan yang punya waduk, sehingga kita mengambil sumber air di waduk terdekat,” kata Sukran.
Pemerintah Kabupaten Seruyan menyatakan pemetaan wilayah terdampak dilakukan bersamaan dengan penyiapan distribusi air. Bupati Ahmad Selanorwanda mengatakan sejumlah sumber air juga mengalami intrusi air laut sehingga tidak lagi layak disebut sebagai sumber air bersih.
“Sisi lain kita juga sudah bahas bagaimana, memetakan sekaligus mensuplai daerah-daerah yang terdampak musim kemarau ini, misalnya air sumur yang terembes air laut sehingga tidak layak disebut air bersih,” katanya.
Status tanggap darurat memberi ruang lebih besar bagi pemerintah daerah untuk membiayai operasi penanganan kebakaran dan kebutuhan masyarakat yang terdampak. (SR/*)

Komentar