Advertisement
Kalimantan Tengah Nasional
Beranda / Nasional / 93 Korban KM Virgo Masih Dicari, SAR Perkuat Pesisir Kalteng

93 Korban KM Virgo Masih Dicari, SAR Perkuat Pesisir Kalteng

Tim SAR gabungan melakukan pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8 di wilayah pesisir Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.

PALANGKA RAYA –  Pencarian korban KM Virgo Transport 8 memasuki fase baru setelah 93 orang masih dinyatakan dalam pencarian hingga hari ke-12 operasi, Jumat (25/9/2026). Unsur SAR dari Palangka Raya diperkuat untuk menyisir pesisir Kalimantan Tengah yang sebelumnya menjadi lokasi ditemukannya sejumlah korban.

Dari total 243 orang yang tercatat dalam manifes, Basarnas mengonfirmasi 150 orang telah ditemukan. Rinciannya, 108 orang selamat dan 42 orang meninggal dunia. Sebanyak 93 orang lainnya masih dalam pencarian.

Perkembangan ini penting bagi Kalteng karena pencarian tidak lagi hanya berpusat di sekitar lokasi bangkai kapal di Laut Jawa. Basarnas sebelumnya mengerahkan Kapal Rigid Bouyancy Boat (RBB) dan Rigid Inflatable Boat (RIB) 01 dari Kantor SAR Palangka Raya untuk memperluas pencarian di pesisir Kalteng dan sekitarnya.

Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana mengatakan pengerahan unsur dari Palangka Raya dilakukan untuk memperluas cakupan operasi setelah temuan korban di wilayah Seruyan.

“Kapal RBB Palangka Raya dan RIB 01 Palangka Raya akan membantu pencarian,” terangnya.

Sekolah Kalteng Didorong Ubah Sampah Plastik Jadi Energi

Putu menjelaskan, wilayah pesisir Seruyan telah masuk cakupan pencarian sejak awal operasi. Namun, kondisi gelombang dan jarak pandang menjadi kendala bagi unsur SAR untuk mengamati benda atau korban di permukaan laut.

“Karena memang masih ada ruang-ruang atau daerah-daerah yang sepertinya tidak ter-cover, karena memang keterbatasan jarak pandang dan lain-lain,” sebut Putu.

Dua jasad yang ditemukan di wilayah Seruyan sebelumnya telah dikonfirmasi sebagai korban KM Virgo Transport 8. Keduanya ditemukan di kawasan pesisir Desa Sungai Perlu, Kecamatan Seruyan Hilir, dan kemudian dievakuasi untuk proses identifikasi lebih lanjut.

Perkembangan terbaru menunjukkan pencarian di Kalteng tetap memiliki arti penting meski pusat operasi penyelaman berada di lokasi bangkai kapal. Pada hari ke-12, tim penyelam gabungan menemukan dan mengevakuasi 14 korban meninggal dari dalam badan kapal.

Sementara, Direktur Operasi Basarnas Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo Nur Sasongko mengatakan pencarian bawah air difokuskan pada bagian atas dan sisi kanan bangkai kapal karena posisi kapal masih miring di dasar laut.

Kalteng Catat 261 Hotspot, 61 Armada Udara Disiagakan

“Tim SAR terus memaksimalkan pencarian dari bagian atas dan sisi kanan bangkai kapal karena posisi KM Virgo di bawah laut masih miring, penyelam menghindari sisi lambung bawah karena berisiko,” pinta Yudhi.

Menurut Yudhi, kondisi bawah laut pada hari ke-12 relatif mendukung penyelaman. Tim juga melanjutkan pembukaan kaca sejumlah ruangan untuk memperluas akses menuju bagian dalam kapal.

“Penyelam yang kemarin mungkin sudah sempat memecah kaca-kaca ruangan, tadi dilanjutkan lagi beberapa kaca dipecah sehingga bisa menarik korban yang ada di dalam ruangan,” ujarnya.

Sampai 25 September 2026 pukul 09.00 WIB, 93 orang masih dalam pencarian. Operasi SAR berlanjut, sementara unsur dari Palangka Raya tetap memperkuat pencarian di pesisir Kalteng.(dn/*)

TBS Sawit Kalteng Naik, Harga Tertinggi Rp3.782,95

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *