Advertisement
Pulang Pisau
Beranda / Pulang Pisau / ISPA di Pulang Pisau Tembus 185 Kasus dalam Dua Hari

ISPA di Pulang Pisau Tembus 185 Kasus dalam Dua Hari

Kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Kalimantan Tengah saat penanganan dampak karhutla masih berlangsung.

PULANG PISAU – Sebanyak 185 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) tercatat di Kabupaten Pulang Pisau pada 15–16 September 2026 ketika kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan masih menyelimuti sejumlah wilayah.

Data tersebut dihimpun dari puskesmas, RSUD Pulang Pisau dan posko karhutla. Pada 15 September tercatat 86 kasus, kemudian bertambah menjadi 98 kasus pada 16 September.

Kepala Dinas Kesehatan Pulang Pisau dr Ellyana mengingatkan masyarakat membatasi aktivitas luar ruang ketika tidak mendesak dan menggunakan masker ketika harus keluar rumah.

“Dalam kondisi kabut asap ini, jika tidak penting, usahakan jangan keluar rumah,” kata Ellyana. Sabtu, (19/9/2026).

Sebaran kasus terjadi di sejumlah fasilitas kesehatan. Pada 16 September, misalnya, Puskesmas Pulang Pisau mencatat 18 kasus, Bawan 19 kasus, Pangkoh 16 kasus, Maliku 12 kasus dan sejumlah fasilitas lain juga menerima pasien dengan keluhan serupa.

Jarak Pandang 800 Meter, 34 Penerbangan Tjilik Riwut Terdampak

Kondisi tersebut juga memunculkan sorotan terhadap aktivitas pembelajaran. Ketua DPRD Pulang Pisau Tandean Indra Bela meminta kebijakan pembelajaran jarak jauh diperjelas ketika kualitas udara berada dalam kondisi berbahaya.

“Seharusnya semua sekolah harus Pembelajaran Jarak Jauh karena kualitas udara sudah sangat berbahaya,” kata Tandean.

Pemerintah daerah menghadapi dua kebutuhan sekaligus. Menjaga aktivitas pelayanan publik tetap berjalan dan mengurangi paparan udara tercemar terhadap kelompok rentan, khususnya anak-anak.

“Keputusan pembelajaran harus mengikuti kondisi kualitas udara dan memperhatikan keselamatan peserta didik serta tenaga pendidik,” ucap Tandean mengingatkan.

Ia juga meminta Posko kesehatan perlu terus memantau keluhan pernapasan agar perubahan jumlah kasus dapat segera ditindaklanjuti.

Sukamara Kaji Lelang Aset untuk Optimalisasi Pendapatan Daerah

Catatan harian tersebut menunjukkan dampak kabut asap tidak berhenti pada gangguan jarak pandang, tetapi juga tercermin dalam layanan kesehatan dan aktivitas pendidikan. (PS/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *