Advertisement
Headline Kotawaringin Barat
Beranda / Kotawaringin Barat / Hujan Deras Guyur Kumai, Tekan Ancaman Karhutla

Hujan Deras Guyur Kumai, Tekan Ancaman Karhutla

Hujan akhirnya turun di kawasan Pelabuhan Panglima Utar, Kumai, Kotawaringin Barat. (Kaltengnews/Suhud Mas’ud)

PANGKALAN BUN – Setelah berbulan-bulan menghadapi kondisi kering dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), wilayah Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah, akhirnya diguyur hujan cukup deras.

Hujan mulai turun sekitar pukul 13.30 WIB, Selasa (8/9/2026).

Bagi warga, hujan tersebut menjadi kabar yang sudah lama dinanti. Terlebih, penanganan karhutla di wilayah Kumai masih berlangsung sehari sebelum hujan turun.

“Alhamdulillah akhirnya hujan. Tiga bulan terakhir ini kami waswas terus karena titik panas dan kabut asap sering muncul. Semoga dengan hujan ini api cepat padam,” kata Herman, warga Kelurahan Kumai Hilir. Selasa.

Catatan BPBD Kotawaringin Barat menunjukkan, pada Senin (7/9), petugas masih melakukan pemadaman dan pendinginan karhutla di Desa Sungai Kapitan, Kecamatan Kumai, dengan luas area sekitar 8 hektare.

Tiga Desa Dekat Pusat Kabupaten Masih Kekurangan Air Bersih

Sehari sebelumnya, Minggu (6/9), penanganan juga dilakukan di Desa Sungai Tendang dengan luas area yang dilaporkan mencapai 10 hektare.

Kondisi tersebut membuat hujan menjadi faktor penting dalam membantu menurunkan suhu lahan dan meningkatkan kelembapan kawasan yang sebelumnya kering. Namun, BPBD mengingatkan bahwa ancaman karhutla tidak dapat dianggap selesai begitu saja.

Plt Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kobar, Andhan Santana, sebelumnya menegaskan pentingnya patroli dan pengawasan.

“Mengingat kita mulai memasuki periode puncak kemarau yang dipengaruhi fenomena El Nino, diharapkan kegiatan Patdu ini dapat menjadi langkah yang efektif dalam mengantisipasi terjadinya karhutla,” ujar Andhan.

BPBD Kobar memang memperkuat patroli terpadu bersama Masyarakat Peduli Api dan relawan di sejumlah wilayah rawan. Kelurahan Kumai Hilir menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam jalur patroli tersebut.

DPRD Kotim Cek Eks Kebun PT DAS

Ancaman lain muncul dari karakter lahan yang terbakar. Proses pendinginan tetap diperlukan meski api di permukaan terlihat sudah padam.

“Struktur lahan gambut sangat mengecoh. Di permukaan terlihat sudah padam, namun di kedalaman tanah bara api masih menyala dan terus merembet,” katanya.

Kondisi itu membuat hujan tidak serta-merta menjadi tanda bahwa seluruh titik api telah aman. Tim tetap perlu memantau kawasan bekas kebakaran untuk memastikan tidak ada bara yang kembali muncul.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sembarangan.

“Mari kita saling menjaga lingkungan, terutama untuk tidak melakukan atau sembarangan membakar sampah atau membuka lahan dengan cara membakar,” kata Samuel.

Perubahan APBD Katingan Fokus Infrastruktur dan Layanan Dasar

BMKG mencatat wilayah Kecamatan Kumai memang masih berada dalam kondisi cuaca yang dinamis. Data prakiraan BMKG untuk 8 September menunjukkan sejumlah wilayah di Kumai mengalami perubahan kondisi cuaca sepanjang hari.

Hujan kali ini diharapkan membantu mengurangi risiko kebakaran, memulihkan kelembapan lahan dan meringankan aktivitas masyarakat yang selama musim kering ikut terdampak.( Suhud Mas’ud/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *