Advertisement
Kotawaringin Barat
Beranda / Kotawaringin Barat / Kobar Perpanjang Darurat Karhutla, Ribuan Hektare Lahan Terbakar

Kobar Perpanjang Darurat Karhutla, Ribuan Hektare Lahan Terbakar

Tim gabungan menangani karhutla di wilayah Kotawaringin Barat.

PANGKALAN BUN – Luas lahan terbakar di Kabupaten Kotawaringin Barat telah mencapai sekitar 1.800 hektare hingga awal September 2026, sehingga pemerintah kabupaten memperpanjang status tanggap darurat kebakaran hutan dan lahan.

Data tersebut menunjukkan tekanan karhutla di Kobar masih tinggi setelah kebakaran meluas di sejumlah kawasan. Pemerintah Kabupaten Kobar kemudian memperpanjang status tanggap darurat sebagai dasar penguatan penanganan.

Perkembangan pemerintah daerah itu juga dikonfirmasi melalui laporan BPBD Kobar yang menyebut penanganan masih dilakukan di sejumlah titik.

Berdasarkan informasi BPBD, hingga Senin, 7 September 2026 terdapat tujuh titik karhutla yang membutuhkan penanganan. Salah satu lokasi yang dilaporkan berada di ruas Jalan Pangkalan Bun-Kotawaringin Lama dengan luasan kebakaran hampir dua hektare.

Kondisi terbesar secara akumulatif berada di Kecamatan Kumai dan Arut Selatan.

Kabut Asap Ubah Layanan Terapi Anak Berkebutuhan Khusus

Kepala Pelaksana BPBD Kobar Samuel menyatakan penanganan tetap diarahkan pada titik yang masih aktif serta wilayah yang berisiko meluas.

“Masih terdapat tujuh titik karhutla yang membutuhkan penanganan,” kata Samuel.

Pemerintah daerah memperkuat operasi untuk mencegah kebakaran berkembang menjadi lebih luas, terutama karena kondisi cuaca kering membuat api lebih mudah menyebar.

Karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara dan aktivitas masyarakat. Karena itu, penanganan tidak hanya menyasar api, tetapi juga kebutuhan perlindungan terhadap warga yang berada di sekitar wilayah terdampak.

Status tanggap darurat memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk mengoptimalkan koordinasi, personel dan peralatan selama penanganan berlangsung.

Golkar Minta Optimalisasi PAD Kotim Lebih Terukur

Dengan luas sekitar 1.800 hektare, Kobar menghadapi tekanan karhutla yang membutuhkan pemantauan berkelanjutan sekaligus respons cepat di lokasi yang masih terbakar.(PB/*)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *