Sementara itu, masih di hari dan kegiatan yang sama, selaku pemateri pertama, Karta Sasmita, SPd, MSi, PhD menyampaikan materi tentang Persiapan Penmas dalam Program Holistik Pemberdayaan dan Pembinaan Desa.

Dalam materinya, Karta Sasmita, PhD menyebutkan tujuan dari PHP2D adalah untuk membuka kesempatan mahasiswa untuk berperan aktif dalam pembangunan, melalui program pengabdian kepada masyarakat, yaitu membantu mengatasi permasalahan di desa dengan berbagai aspek, melalui upaya peningkatan kesadaran/sikap, wawasan/pengetahuan dan keterampilan.
Kemudian, menerapkan konsep pembinaan dan pemberdayaan masyarakat melalui inovasi teknologi yang dilaksanakan dalam tim kerja yang bersifat multidisipliner dan kolaboratif; Membangun Kemitraan dengan stakeholder terkait dalam mewujudkan program.
Selanjutnya, membangun kemitraan dengan stakeholder terkait dalam mewujudkan program; Menjadikan lokasi PHP2D sebagai desa binaan kampus yang berkelanjutan; serta Menjadi sarana rekomendasi kepada perguruan tinggi untuk kegiatan PHP2D dikonversi sebagai mata kuliah.
Sedangkan untuk ruang lingkup dari PHP2D meliputi Pengentasan Kemiskinan, Kesehatan, Pendidikan, Ketahanan dan Keamanan Pangan, Energi Baru dan Terbarukan, Lingkungan dan Keanekaragaman Hayati, Mitigasi Bencana, Budaya dan Seni, Industri Kreatif, Pariwisata, serta Manufaktur.
Kaprodi Penmas FIP-UNJ ini juga menuturkan bahwasanya untuk persiapan pendidikan masyarakat, harus memperhatikan 3 (tiga) hal penting, yakni Kajian Teori, SDM dan Kebijakan, serta kepekaan, kemampuan dan komitmen.
Selain itu, Dirinya juga memberikan sejumlah kiat-kiat terkait lainnya, seperti faktor Determinan, Syarat Administrasi, Sistematika Proposal Program, Indikator Keberhasilan Program, Luaran, Gambaran Umum Masyarakat, Metode Pelaksanaan, Road Map dan Teknologi.
“Jadi, hal ini memang harus benar-benar dipersiapkan secara matang, dengan harapan implementasi program PHP2D dapat berjalan dengan baik. Melalui program PHP2D juga sekaligus sebagai salah satu wujud nyata peran kongkret mahasiswa sebagai seorang civitas akademika, dalam darma pengabdian kepada masyarakat, untuk turut memajukan pembangunan daerah pedesaan,” ungkapnya.
Disisi lain, pemateri kedua Dr. Kusnida Indrajaya menyampaikan bahwa saat ini Universitas Palangka Raya membuka kesempatan seluas-luasnya bagi mahasiswa yang ingin berperan serta pada program PHP2D di sejumlah desa di beberapa wilayah Kalimantan Tengah.

“Saya berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan secara baik oleh mahasiswa di Universitas Palangka Raya, khususnya lagi mahasiswa dari Program Studi Pendidikan Luar Sekolah. Banyak program yang mungkin bisa dilakukan, itu disesuaikan dengan program studi pendidikan luar sekolah.”
“Kami juga mendorong kepada adik-adik mahasiswa di Prodi S1 PLS FKIP-UPR untuk bisa secara aktif dan berperan serta dalam program PHP2D,” ujarnya.
Dr. Kusnida juga menambahkan bahwa program-program yang diusulkan, hendaknya terlebih dulu melalui konsultasi bersama dosen pembimbing. Dengan harapan, agar program-program yang diusulkan pada PHP2D bisa benar-benar memberikan nilai manfaat besar bagi masyarakat desa.
Sekedar untuk diketahui bahwa program PHP2D adalah sebuah program dari Kemendikbud RI. Dimana, kegiatan pemberdayaan masyarakat desa tersebut dilakukan oleh mahasiswa, melalui Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dan atau Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Tujuannya untuk menumbuhkan rasa peduli Mahasiswa dan berkontribusi kepada masyarakat desa agar terbangun desa binaan yang aktif, mandiri, berwirausaha, dan sejahtera. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di
KALTENGNEWS TV