Sementara itu, masih di hari dan tempat yang sama, Ketua Tim Satgas Covid-19 internal FKIP-UPR, Dr. Gunarjo S. Budi, M.Sc., menyampaikan secara teknis bahwa pihaknya sudah melakukan sosialisasi tentang SOP Protokol Kesehatan PTM secara terbatas, kepada seluruh program studi yang ada di bawah FKIP-UPR.

Dr. Gunarjo juga menerangkan sebelum pertemuan mata kuliah, staf yang telah ditetapkan secara khusus di masing-masing program studi, selanjutnya akan melakukan pengukuran suhu tubuh mahasiswa dengan alat Thermo Gun, serta menanyakan kondisi kesehatan dari setiap mahasiswa yang akan mengikuti pertemuan mata kuliah.
Setiap mahasiswa, staf administrasi dan dosen wajib menggunakan masker, menjaga jarak satu sama lainnya, serta tidak berkerumun.
Untuk alat tulis yang akan digunakan, diharapkan bagi mahasiswa dapat membawa masing-masing, tidak diperkenankan untuk saling pinjam-meminjam.
“Dimana, hasilnya akan dicatat pada jurnal atau formulir yang ada, kemudian dilaporkan secara berkala (mingguan, red) sebagai bahan monitoring dan evaluasi atas pelaksanaan uji coba PTM secara terbatas di masing-masing program studi,” ujar Dr. Gunarjo yang juga menjabat sebagai Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni.
Lanjutnya, hal yang tidak kalah penting yakni sebelum memulai pertemuan mata kuliah, dosen juga wajib menanyakan kepada seluruh mahasiswa, terkait kondisi kesehatan mereka.
Sementara, berkenaan dengan kebersihan dan sterilisasi ruangan, diharapkan kepada petugas kebersihan dan staf yang ada, supaya selalu melakukan penyemprotan disinfektan, setiap kali sebelum pertemuan mata kuliah dilaksanakan.
Begitupun jarak antar kursi, diatur sedemikian rupa yakni berjarak minimal 1 sampai 2 meter antar kursi. Tersedianya Sarana mencuci tangan beserta sabun, dan hand sanitizer juga harus tersedia pada setiap ruangan perkuliahan.
Karena, bagaimanapun juga protokol kesehatan dalam pelaksanaan PTM secara terbatas, tetap menjadi hal yang utama. “Kami dari Tim Satgas Covid-19 internal FKIP-UPR akan secara rutin, melakukan monitoring dan evaluasi, khususnya kepada 2 program studi yang saat ini sedang melaksanakan uji coba PTM secara terbatas. Kita sangat berharap, agar SOP yang telah ditetapkan dapat dipatuhi bersama.” tandasnya. (YS)
TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di
KALTENGNEWS TV