FOTO: Dekan FKIP-UPR Dr. Natalina Asi, MA saat berada di ruang kerjanya, Kamis (7/10/2021) sore.

Jelang pemberlakuan PTM, Berikut ini Upaya Kesiapan FKIP-UPR

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Dalam rangka menindaklanjuti arahan dari Kemendibukristek RI dan Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) terkait kesiapan pemberlakuan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) secara terbatas di lingkungan Perguruan Tinggi, maka Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UPR telah melakukan sejumlah upaya kesiapan.

Sebagaimana diutarakan oleh Dekan FKIP-UPR Dr. Natalina Asi, MA menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai upaya kesiapan, mulai dari sosialisasi kepada 18 program studi yang ada di FKIP-UPR; melakukan rapat internal; membentuk tim satgas COVID-19 internal FKIP-UPR; menyusun Standar Operasional Prosedur (SOP) perkuliahan.

Kemudian, memastikan ketersediaan sarana prasarana (Sapras) dan fasilitas pendukung yang dianggap perlu; melakukan inventarisir atau pendataan keikutsertaan vaksinasi dosen, tenaga administrasi maupun mahasiswa; meminta persetujuan dari orang tua mahasiswa; hingga menentukan program studi yang akan mengawali uji coba PTM.

“Memang banyak hal yang harus dipertimbangkan, sebelum memulai pelaksanaan PTM secara terbatas. Hal ini, guna memastikan keamanan dan kesehatan dari dosen, tenaga administrasi dan mahasiswa selama pelaksanaan PTM secara terbatas, sehingga harapannya itu akan benar-benar aman dari sisi kesehatan,” kata Dekan, saat dibincangi Kaltengnews.co.id, Kamis (7/10/2021) sore.

Lanjut, Perempuan yang rendah hati ini juga mengatakan bahwa dari 18 program studi di FKIP-UPR, 2 (dua) program studi diantaranya yakni Program Studi Pendidikan Luar Sekolah (PLS) dan Program Studi Fisika, sudah mengawali uji coba PTM secara terbatas, sejak awal bulan Oktober 2021 ini.

Dimana, ada beberapa pertimbangan sebelum menentukan 2 program studi tersebut, diantaranya mulai dari ketersediaan ruangan yang memadai, sarana prasarana (Sapras) pendukung, jumlah mahasiswanya tidak banyak (sedikit, red).

Begitupun untuk mata kuliah yang dilaksanakan secara tatap muka, juga harus memperhatikan skala prioritas dan urgensi, dimana maksudnya adalah mata kuliah yang memang benar-benar membutuhkan pertemuan tatap muka, supaya substansi dari materi bahan ajar dapat benar-benar bisa dipahami oleh mahasiswa, contohnya mata kuliah praktikum atau mata kuliah yang membutuhkan praktek secara langsung. Jadi, tidak semua mata kuliah dilaksanakan secara tatap muka.

Lebih dalam, ia juga menuturkan bahwa tim satgas Covid-19 internal fakultas, selama masa uji coba PTM secara terbatas juga akan secara rutin melakukan monitoring dan evaluasi (monev) progres kegiatan uji coba PTM secara terbatas.

Hal ini, tujuannya semata-mata untuk memastikan bahwa selama uji coba PTM secara terbatas, dapat berjalan sebagaimana mestinya.

Ketika nanti 2 prodi tersebut sudah berhasil melakukan PTM secara terbatas, maka diharapkan dapat menjadi percontohan untuk program studi lainnya.

“Hasil monev, juga akan disampaikan langsung kepada pihak rektorat untuk selanjutnya diteruskan kepada pihak Kementerian di pusat. Ya, kami sangat berharap uji coba untuk 2 program studi tersebut, dapat berjalan dengan baik, sebagaimana harapan kita bersama, sehingga dapat menjadi contoh untuk program studi lainnya yang ada di FKIP-UPR,” Imbuhnya.

Tidak lupa, Dr. Natalina Asi juga berpesan kepada seluruh civitas akademika di lingkungan FKIP-UPR, untuk tetap disiplin mematuhi Protokol Kesehatan (Prokes) Covid-19, seperti yang dianjurkan oleh pemerintah.

“Jadikan protokol kesehatan sebagai budaya baru, dalam kehidupan sehari-hari, di tengah pandemi Covid-19 yang tidak tahu kapan akan berakhir,” pesan Dekan FKIP-UPR.

0 Reviews

Write a Review

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!