KASONGAN – Pemerintah Kabupaten Katingan bersama TNI, Polri, pemerintah kecamatan dan desa mulai mematangkan rencana Karya Bhakti Skala Besar yang diusulkan menyasar Kecamatan Petak Malai, wilayah yang hingga kini masih menghadapi keterbatasan akses dasar dan konektivitas.
Sekretaris Daerah Katingan Dr Ir Christian Rain MT menegaskan, usulan pembangunan di wilayah terisolasi harus disiapkan dengan data kuat agar memperoleh dukungan pemerintah pada level yang lebih tinggi.
“Disusun lebih rapi dan lebih kuat,” tutur Christian Rain saat mengikuti rapat koordinasi Karya Bhakti Skala Besar di Aula Makodim 1019/Katingan.
Menurut dia, pembangunan akses menjadi kunci untuk membuka jalan bagi masuknya pelayanan dasar maupun program pembangunan lainnya.
“Prioritas pertama adalah jalan dan jembatan,” tegasnya.
Rakor tersebut menjadi forum awal untuk menyatukan langkah Pemkab Katingan, TNI, Polri, pemerintah kecamatan, pemerintah desa dan unsur terkait. Dalam pembahasan, Kecamatan Petak Malai disebut sebagai wilayah yang membutuhkan perhatian serius.
Dandim 1019/Katingan Letkol Kav Prima Wahyudi mengatakan masyarakat Petak Malai telah menghadapi persoalan keterisolasian selama bertahun-tahun.
“Memerlukan perhatian serius,” ujarnya.
Kecamatan Petak Malai tercatat memiliki sekitar 5.549 penduduk. Namun, akses listrik belum memadai, pelayanan air bersih masih terbatas, sedangkan akses jalan menuju pusat daerah juga belum layak sepenuhnya.
Dalam kondisi tertentu, warga bahkan harus menempuh perjalanan sekitar 60 kilometer melalui jalan logging yang memiliki risiko kecelakaan cukup tinggi.
Karena itu, rencana Karya Bhakti Skala Besar diarahkan pada pembangunan sejumlah sarana dasar, mulai dari peningkatan jalan dan jembatan, pembangunan pembangkit listrik tenaga mikro hidro, penyediaan air bersih, rehabilitasi rumah tidak layak huni hingga pembangunan dan perbaikan fasilitas ibadah.
Christian Rain menilai konektivitas harus menjadi fondasi. Setelah akses terbuka, pembangunan sektor lain dinilai akan lebih mudah dilaksanakan secara bertahap.
Pemkab Katingan kini dituntut menyiapkan proposal yang lebih terukur agar kebutuhan Petak Malai tidak berhenti pada forum koordinasi, tetapi dapat diterjemahkan menjadi dukungan program dan anggaran.(DN/*)

Komentar