
Menurut dia, kualitas bauksit di wilayah Kotim cukup menjanjikan dan layak diolah langsung di daerah, ketimbang dikirim ke luar provinsi untuk diproses. Langkah itu, kata dia, penting agar hasil dan keuntungan sektor pertambangan dapat dinikmati masyarakat setempat.
“Bauksit di Kotawaringin Timur tergolong bagus. Jadi daripada menjual bauksit ke daerah lain, lebih baik diolah di sini,” ujarnya.
Sutik meyakini kehadiran smelter akan menciptakan multiplier effect yang luas bagi perekonomian daerah, mulai dari peningkatan pendapatan hingga terciptanya peluang usaha dan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
“Dengan adanya smelter di Kotim, tentunya berdampak panjang terhadap ekonomi. Dampaknya baik dan menguntungkan, masyarakat juga bisa ikut merasakan karena apa-apa yang dijual laku,” ungkapnya.
Ia juga menanggapi isu lingkungan yang sering dikaitkan dengan pembangunan smelter. Menurutnya, potensi pencemaran bisa ditekan jika pengelolaan dilakukan dengan benar dan teknologi ramah lingkungan diterapkan.
“Saya yakin pencemaran dari smelter bauksit ini sangat kecil sekali, asalkan diawasi dan dikelola dengan benar,” tutupnya. (rn)