
Kaltengnews.co.id, Palangka Raya – Komisi II DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) menilai pengelolaan pasca tambang yang dilakukan PT Adaro di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, layak menjadi contoh bagi perusahaan lain di Kalteng.
Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Habib Sayyid Abdurrahman, mengatakan penilaian itu disampaikan setelah pihaknya melakukan kunjungan kerja ke lokasi tambang PT Adaro beberapa waktu lalu.
“Kami sudah mendapatkan informasi dan keterangan terkait pengelolaan sumber daya alam, terutama tambang, serta bagaimana pengelolaan pasca tambang, termasuk kepedulian terhadap masyarakat dan lingkungan yang ada di sana, baik dari segi sosial ekonomi maupun penanganan lingkungan pasca tambang,” ujar Habib, Jumat, 10 Oktober 2025.
Menurutnya, dari hasil peninjauan langsung di lapangan, PT Adaro telah menjalankan langkah-langkah penanganan pasca tambang dengan baik.
“Terhadap apa yang kami lihat dan informasi yang kami dapatkan, sejauh ini PT Adaro telah melakukan penanganan pasca tambang secara baik. Kita berharap hal ini tidak hanya berjalan saat ini, tetapi terus dilanjutkan agar pasca tambang yang dilakukan PT Adaro membawa kemaslahatan bagi peningkatan sosial ekonomi masyarakat, serta terjadi pemulihan ekonomi di daerah tersebut,” ucapnya.
Habib menambahkan, kepedulian perusahaan terhadap aspek sosial dan ekonomi masyarakat sekitar juga patut diapresiasi.
“Kami juga melihat bagaimana kepedulian terhadap sosial ekonomi sudah dilakukan secara baik, termasuk memberikan kesempatan kerja kepada masyarakat lokal yang ada di sana,” katanya.
Meski demikian, Habib berharap kesempatan kerja bagi warga lokal tidak hanya terbatas pada posisi di level bawah.
“Harapan kami, kesempatan kerja itu tidak hanya terbatas di tingkat bawah. Kami berharap PT Adaro dan seluruh perusahaan tambang (khususnya di Kalteng) dapat melakukan pembinaan terhadap sumber daya lokal agar tenaga kerja di sana mampu mengisi lowongan kerja, baik di tingkat bawah maupun hingga ke jajaran manajemen puncak perusahaan yang beroperasi di Kalteng khususnya,” tutur Habib.