
Kaltengnews.co.id, Palangka Raya –DPRD Kalimantan Tengah menilai bahwa kondisi ekonomi pada tahun 2026 masih akan menghadapi tantangan berat. Meskipun pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen, kondisi di daerah dinilai belum sepenuhnya mendukung.
“Secara nasional target pertumbuhan disampaikan optimis. Namun realitas di lapangan menunjukkan perekonomian masyarakat belum sepenuhnya pulih,” ucap, Anggota DPRD Kalteng Sudarsono.
Menurutnya, pembahasan APBD 2026 menjadi momentum penting untuk melihat sejauh mana pemerintah provinsi mampu menyusun kebijakan anggaran yang realistis dan tepat sasaran.
“Kami ingin mendengar langsung dalam pidato penyampaian nota keuangan APBD 2026. Apakah asumsi tahun sebelumnya, misalnya di angka 7,9 persen, akan berubah atau tetap sama. Ini yang akan kami cermati,” ungkapnya.