Februari 2024, Inflasi Kalteng sebesar 2,90 Persen

 Februari 2024, Inflasi Kalteng sebesar 2,90 Persen

FOTO: Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro saat menyampaikan release BRS periode Februari 2024, Jumat (01/04/2024).

PALANGKA RAYA, Kaltengnews.co.id – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mencatat pada periode Februari 2024, Provinsi Kalimantan Tengah mengalami inflasi  year on year (y-on-y) sebesar 2,46 persen. Dimana, inflasi tertinggi terjadi di Kapuas sebesar 2,90 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,27.

Kepala BPS Kalteng, Eko Marsoro menyebut  inflasi tertinggi terjadi di Kapuas sebesar 2,90 persen dengan IHK sebesar 106,13 dan terendah terjadi di Sampit sebesar 2,14 persen dengan IHK sebesar 104,52. Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,83 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,19 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,90 persen;

Kemudian, kelompok kesehatan 1,15 persen; kelompok transportasi 1,27 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 3,04 persen; kelompok pendidikan 2,40 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,26 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,03 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen.

Tingkat inflasi month to month (m-to-m) dan tingkat inflasi year to date (y-to-d) Provinsi Kalimantan Tengah bulan Februari 2024 masing – masing sebesar -0,46 persen dan -0,27 persen.

Indeks Harga Konsumen/Inflasi Menurut Kelompok

Perkembangan harga berbagai komoditas pada Februari 2024 secara umum dibandingkan bulan yang sama tahun lalu menunjukkan adanya peningkatan.

“Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Kalimantan Tengah di 4 kabupaten/kota, pada Februari 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,46 persen, atau terjadi peningkatan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 102,74 pada Januari 2023 menjadi 105,27 pada Januari 2024. Tingkat inflasi m-to-m dan tingkat inflasi y-to-d masing-masing sebesar -0,46 persen dan -0,27 persen,” ujar eko, dalam release Berita Resmi Statistik (BRS) periode Februari 2024, Jumat (o1/04/2024) pagi.

Tabel:  IHK dan Tingkat Inflasi Month to Month (m-to-m), Year to Date (y-to-d), dan Year on Year (y-on-y) Provinsi Kalimantan Tengah Menurut Kelompok Pengeluaran (2022=100), Februari 2024.

Eko mengatakan inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya hampir seluruh indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 4,83 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,19 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,90 persen; kelompok kesehatan 1,15 persen;

Lalu, kelompok transportasi 1,27 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 3,04 persen; kelompok pendidikan 2,40 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 2,26 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 1,03 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,10 persen dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan 0,02 persen.

“Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Februari 2024, antara lain beras, ikan gabus, Sigaret Kretek Mesin (SKM), tomat, gula pasir, ikan nila, bawang putih, udang basah, emas perhiasan, Sigaret Kretek Tangan (SKT), ikan saluang, angkutan udara, nasi dengan lauk, makanan ringan/snack, telur ayam ras, biskuit, cabai merah, ikan asin sepat, sewa rumah, dan susu bubuk,” ujarnya lagi.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, Ujar Eko antara lain daging ayam ras, ikan papuyu, minyak goreng, bawang merah, baju muslim wanita, bahan bakar rumah tangga, ikan layang/ikan benggol, sabun mandi cair, daging babi, masker, semen, kacang panjang, daun singkong, sepatu anak, daging sapi, solar, ikan selar/ikan tude, ikan asin telang, jagung manis, dan tisu.

Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m pada Februari 2024, antara lain: beras, telur ayam ras, ikan gabus, angkutan udara, minyak goreng, bakso siap santap, kangkung, cabai merah, mie kering instant, ikan kapar, ikan tongkol/ikan ambu-ambu, ayam bakar, ikan bakar, udang basah, gula pasir, Sigaret Kretek Tangan (SKT), Sigaret Kretek Mesin (SKM),dan bawang merah.Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m,antara lain: daging ayam ras, ikan nila, ikan patin, ikan papuyu, ikan bandeng/ikan bolu, ikan lele, bahan bakar rumah tangga, ikan peda, dan daging sapi.

“Pada Februari 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,81 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga 0,03 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga 0,04 persen; kelompok kesehatan 0,03 persen; kelompok transportasi 0,13 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,04 persen; kelompok pendidikan 0,08 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran 0,24 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya 0,06 persen,” tuturnya. (YS)

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!