FOTO : Kepala Kantor Jaminan Mutu UGM Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.BA., PhD., saat menjadi pemateri pada kegiatan FGD yang diselenggarakan KAGAMA Kalteng bersama UGM, Sabtu (14/01/2023) kemarin, di Western Batang Garing Hotel, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah. 

Menuju Kelas Dunia, UGM Menjadi Barometer Pendidikan Tinggi di Indonesia 

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Sebagai Perguruan Tinggi Negeri yang berada di peringkat 1 nasional dan peringkat 231 dunia, berdasarkan pemeringkatan QS World University Rangking  (QS WUR). Kini, Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta memiliki sebuah tanggungjawab besar sebagai Barometer (tolok ukur, red) penyelenggaraan pendidikan tinggi di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Kantor Jaminan Mutu UGM Prof. Dr. Indra Wijaya Kusuma, M.BA., PhD., saat diwawancara redaksi Kaltengnews.co.id, usai kegiatan FGD Bersama anggota dan pengurus KAGAMA Provinsi Kalimantan Tengah, Sabtu (14/01/2023) kemarin, di Western Best Hotel Batang Garing, Kota Palangka Raya, Provinsi Kalimantan Tengah.

“Setelah menempati peringkat 1 di Indonesia, tantangan yang dihadapi UGM kini semakin banyak, yakni tidak hanya mempertahankan, tapi juga harus meningkat. Maka dari itu, kami pun terus berusaha semampu mungkin untuk melakukan berbagai peningkatan, mulai dari meningkatkan riset-riset yang mampu berdaya saing dengan riset dari universitas di dunia, hingga meningkatkan jumlah mahasiswa asing untuk berkuliah ke UGM, termasuk pula mengatasi kendala untuk mendatangkan dosen ternama dari luar negeri agar bisa mengajar di UGM, kemudian adanya kendala anggaran atau pendanaan dan hal-hal lainnya,” ujar Prof. Indra.

Dia mengakui upaya ini memang tidaklah mudah, dan masih memerlukan waktu dan proses secara bertahap. Pasalnya, hal ini tidak lepas dari kemampuan anggaran UGM itu sendiri.

Lanjutnya menjelaskan, ketika riset-riset yang dihasilkan mampu bersaing dengan riset dari berbagai universitas di luar negeri, maka secara tidak langsung reputasi UGM akan semakin dikenal oleh penduduk dunia, sehingga mereka pun menjadi tertarik masuk ke Indonesia dan berkuliah di UGM.

“Begitupun hal anggaran atau pendanaan untuk dosen ternama yang berasal dari luar negeri. Karena, anggaran yang harus dipersiapkan untuk setiap individu dosen dari luar negeri per tahunnya tidak sedikit nilainya,” katanya.

Menurutnya, tantangan lain yang dihadapi UGM sebagai salah satu dari 21 perguruan tinggi negeri di Indonesia, dengan status PTNBH (perguruan tinggi negeri berbadan hukum).

“Dimana, segala bentuk pendanaan lebih banyak diusahakan oleh UGM itu sendiri. Kecuali, untuk gaji ASN dan Dosen masih tetap bersumber dari pemerintah. Artinya, ketika UGM sudah berstatus PTNBH, maka seluruh pendanaan atau pembiayaan operasional lebih banyak diusahakan secara mandiri oleh UGM. Beda halnya, perguruan tinggi yang statusnya satker, masih mendapat subsidi dari pemerintah. Sehingga, hal ini menjadi suatu tantangan yang harus dihadapi UGM saat ini,” katanya.

Prof. Indra juga mengatakan salah satu upaya yang dilakukan UGM untuk menghadapi tantangan dimaksud. Kedepan, pihaknya akan berkompetisi dan mengoptimalkan pengembangan riset yang dihasilkan agar bisa bermanfaat bagi masyarakat secara lebih luas.

Dia juga mencontohkan salah satu hasil pengembangan riset dari UGM yakni kedelai hitam. Kini, kedelai hitam lebih banyak digunakan untuk membuat kecap oleh salah satu produsen kecap premium di Indonesia.

Hal penting lainnya, Prof. Indra kembali mengatakan kedepan pihaknya akan lebih banyak membranding hasil-hasil (produk, red) pengembangan riset kepada masyarakat luas.

“Selama ini, UGM sudah banyak menghasilkan berbagai riset dengan label produk GAMA. Namun, disayangkan untuk pengembangannya justru lebih banyak dilakukan oleh perguruan tinggi lainnya.”

“Maka dari itu, kedepan UGM terus berupaya membranding hasil pengembangan risetnya. Karena, hasil riset yang dihasilkan juga sangat berpengaruh pada reputasi UGM, baik di kancah nasional maupun internasional. Sehingga, dengan demikian harapannya UGM mampu berdaya saing di level dunia,” tukasnya.

Sementara itu, masih di hari dan kegiatan yang sama, Sekretaris Wali Amanat UGM Prof. Dr. Apt. Subagus Wahyuono, M.Sc menyampaikan untuk mewujudkan UGM Menuju Kelas Dunia, tentunya memerlukan sejumlah masukan, saran dan kritik dari berbagai pihak, terutama dari para alumni, seperti kegiatan FGD Bersama Pengda KAGAMA Kalimantan Tengah hari ini, tujuannya guna menghimpun segala bentuk masukan dan saran untuk kemajuan UGM.

FOTO : Sekretaris Wali Amanat UGM Prof. Dr. Apt. Subagus Wahyuono, M.Sc dalam kegiatan FGD yang diselenggarakan KAGAMA Kalteng bersama UGM, Sabtu (14/01/2023) kemarin.

Selain itu, ujar Prof. Subagus melalui FGD hari ini dimaksudkan untuk mensosialisasikan update (informasi terbaru, red) terkait perkembangan terkini UGM kepada para alumni, dimana mereka ini merupakan lulusan dari UGM yang sudah rata-rata berkiprah di bidangnya masing-masing, baik di pemerintahan, akademisi, swasta maupun politik.

“Kami tentunya sangat senang bisa bertemu dengan para alumni UGM di Kalimantan Tengah ini. Ada berbagai masukan disampaikan oleh para alumni yang terhimpun kedalam KAGAMA Provinsi Kalimantan Tengah, diantaranya terkait kemudahan untuk para lulusan SMA/SMK di Kalimantan Tengah agar bisa mendaftar dan masuk menjadi mahasiswa UGM. Karena, rata-rata para alumni menginginkan anak-anaknya juga bisa masuk berkuliah di UGM, seperti orang tuanya dulu,” ujarnya.

Prof. Subagus juga menuturkan para alumni sudah berkiprah sesuai kompetensinya masing-masing. Selain itu, berdasarkan informasi dari para alumni bahwa saat ini mereka masih membutuhkan bantuan atau dukungan dari UGM, salah satunya melalui kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) UGM, supaya juga bisa dilaksanakan di wilayah Kalimantan Tengah ini.

“Berkenaan dengan adanya usulan tersebut, pihak terkait bisa bersurat kepada UGM, supaya bisa mendrop mahasiswa KKN UGM di wilayah Kalimantan Tengah. Dimana nantinya, mahasiswa KKN UGM yang diinginkan hendaknya disesuaikan dengan kasus-kasus spesifik di lapangan sesuai bidang keilmuan dari mahasiswa peserta KKN,” ujarnya.

Hal senada, Ketua Pengda KAGAMA Kalteng Dr. Andrie Elia, SE., MSi., melalui Sekretaris KAGAMA Kalteng Dr. Mutia Evi Kristhy, SH., M.Hum menyampaikan alumni dari UGM Yogyakarta di Kalimantan Tengah ini juga banyak, dimana mereka (alumni UGM, red) sudah berkiprah di berbagai bidang.

FOTO : Ketua KAGAMA Kalteng Dr. Andrie Elia, SE., MSi., diwakili Sekretaris KAGAMA Kalteng Dr. Mutia Evi Kristhy, SH., M.Hum saat menyampaikan sambutan pada pembukaan FGD KAGAMA Kalteng bersama UGM, Sabtu (14/01/2023) kemarin.

“Kiprah KAGAMA Kalteng saat ini sudah terbilang cukup banyak, seperti bersinergi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah di wilayah Kalimantan Tengah ini, baik dalam sektor pembangunan maupun di sektor-sektor lainnya. Kegiatan yang pernah dilakukan, yakni melaksanakan KKN UGM di Kalimantan Tengah,” timpalnya.

Dr. Mutia juga menambahkan semenjak berdiri pada 19 Desember tahun 1949 silam hingga sekarang ini, UGM telah meluluskan ratusan ribu alumni dari berbagai program studi keahlian serta jenjang pendidikan yang kini telah berkiprah di berbagai sektor, baik di dalam negeri maupun di luar negeri, termasuk pula di wilayah Kalimantan Tengah ini.

“Para alumni UGM di Kalimantan Tengah jumlahnya sangat banyak, dan kuat untuk mengembangkan dan membumikan mengakar kuat menjulang tinggi. Kini, seluruh alumni telah berkiprah di berbagai sektor, baik di pemerintahan, akademisi, swasta maupun politik. Bahkan, adapula yang menjadi kepala daerah maupun pejabat tinggi di Kalimantan Tengah,” tandasnya.

Sekedar menginformasikan, pada pertemuan FGD yang dilaksanakan KAGAMA Kalteng bersama UGM, nampak animo dari para alumni untuk memberikan kontribusi berupa masukan dan saran terbilang cukup tinggi, hal ini terlihat dengan beragamnya masukan dan saran yang dilontarkan oleh para alumni saat kegiatan FGD berlangsung. Kegiatan FGD UGM Bersama KAGAMA Kalteng hari ini, diikuti oleh 70 orang lebih alumni. (YS) 

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di sini 👇

KALTENGNEWS TV 

0 Reviews

Write a Review

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!