Kaltengnews.co.id, SAMPIT – Anggota DPRD Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Syahbana menilai sektor pertanian berpotensi besar untuk membantu mempercepat pemulihan perekonomian masyarakat daerah, paska pandemi COVID-19 yang terjadi pada beberapa tahun lalu.
“Penguatan ekonomi yang paling tepat itu dimulai dari optimalisasi usaha pertanian, perkebunan rakyat, peternakan dan perikanan. Pemerintah daerah harus membantu masyarakat hingga pemasarannya, dengan begitu perekonomian berjalan dengan cepat untuk bangkit dari keterpurukan akibat pandemi COVID-19 ini,” ujar Dia, Senin (09/01/2023).
Pandemi COVID-19 sampai ke Kotawaringin Timur pada Maret 2020. Dampaknya sangat luas, di antaranya lesunya perekonomian dan banyaknya warga kehilangan pekerjaan.
Kini pemerintah berupaya memulihkan perekonomian di tengah upaya tetap menangani pandemi virus mematikan itu. Pemerintah daerah juga diharapkan melakukan terobosan-terobosan untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bidang pertanian diperkirakan tetap bertahan dan akan membaik karena menyangkut pemenuhan kebutuhan pokok atau konsumsi masyarakat. Masyarakat tetap membutuhkan bahan makanan sehingga hasil produksi pertanian tetap dicari masyarakat.
Sebagian besar masyarakat Kotawaringin Timur juga menggantungkan hidup dari hasil bidang pertanian dalam arti luas seperti tanaman pangan, karet, rotan dan kelapa sawit serta perikanan. Itu belum termasuk puluhan ribu warga yang bekerja sebagai karyawan perusahaan perkebunan kelapa sawit.
Seperti di Kecamatan Cempaga, Cempaga Hulu, Kota Besi, Parenggean dan kecamatan lainnya di wilayah Utara, hingga saat ini masih banyak warga yang mengandalkan penghasilan dari komoditas rotan dan karet. Sementara itu untuk wilayah selatan dan tengah mengandalkan pertanian pangan. (TBK/YS)