Cegah Stunting, Edukasi tentang Asupan Gizi Perlu Digencarkan

 Cegah Stunting, Edukasi tentang Asupan Gizi Perlu Digencarkan

FOTO : Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bidang Kesehatan, Pendidikan dan Pariwisata, dr. Niksen S. Bahat.

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Sekretaris Komisi III DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) bidang Kesehatan, Pendidikan dan Pariwisata, dr. Niksen S. Bahat menyampaikan sosialisasi dan edukasi terkait pengetahuan gizi kepada masyarakat, terutama kepada para ibu yang baru melahirkan.

Menurutnya, edukasi tersebut dinilai sangat penting, sebagai salah satu upaya pencegahan stunting. Kasus stunting disebabkan oleh berbagai faktor, salah satunya yakni minimnya pengetahuan tentang asupan gizi dari masyarakat, terutama di kalangan ibu-ibu yang baru saja melahirkan.
“Stunting terjadi, salah satu penyebabnya yakni akibat kurangnya pengetahuan masyarakat khususnya para ibu tentang pemenuhan asupan gizi pada saat hamil maupun setelah melahirkan, sehingga hal itu kerap diabaikan,” ujarnya, Kamis (22/12/2022).

Selanjutnya, Dia juga mengatakan pemenuhan gizi sangat penting. Akibat kurangnya asupan gizi saat hamil maupun ketika anak sudah lahir itu salah satu penyebab stunting, maka dari itu sosialisasi mengenai pengetahuan gizi itu perlu lebih digencarkan terutama kepada masyarakat yang kurang mampu.

Politisi dari Fraksi NasDem DPRD Kalteng yang juga berprofesi sebagai seorang dokter ini juga menjelaskan, kasus stunting kerap terjadi terhadap masyarakat yang ada di wilayah kecamatan maupun pedesaan yang jauh dari pusat fasilitas kesehatan maupun tidak terpenuhinya pelayanan kesehatan yang baik. Oleh karenanya, sosialisasi terkait hal itu harus dapat digencarkan secara merata.

“Pemda melalui instansi terkait harus menugaskan tenaga kesehatan khususnya para ahli gizi untuk terjun langsung kelapangan terutama desa-desa yang minim mendapat pelayanan kesehatan dalam rangka mensosialisasikan hal itu agar kasus ini bisa dicegah,”ujarnya lagi.

Dikatakannya bahwa, kasus stunting di Kalteng hingga saat ini masih terjadi dan hal itu perlu penanganan secara berkesinambungan supaya kasus tersebut dapat ditekan, sebab stunting ini dapat menimbulkan dampak negatif terhadap keberlangsungan hidup anak-anak ketika pada saat beranjak dewasa.

“Ketika anak itu bisa berpikir bahwa dia berbeda dari orang-orang seumurannya maka dari situ timbul rasa minder atau malu, sebab kebanyakannya begitu. Jadi memang banyak dampak negatif dari kasus stunting, ini yang harus dapat menjadi perhatian bersama,”katanya.

Dirinya berharap penanganan stunting di Kalteng dapat dilakukan secara maksimal dan hal-hal terkait penyebab stunting ini bisa menjadi fokus pemda untuk memperhatikannya dan memberikan solusi terbaik sesuai dengan program pencegahan stunting yang telah dicanangkan baik pada tingkat pusat maupun daerah.

“Kita tentu tidak ingin kasus stunting terus terjadi, maka dari itu upaya-upaya penanganan maupun pencegahan agar dapat terus dilakukan, termasuk salah satunya sosialisasi terkait pengetahuan gizi kepada masyarakat. Dan pada dasarnya untuk memenuhi gizi itu juga tidak perlu harus mahal asalkan dapat selalu  terpenuhi,” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *