Sosialisasikan Pengendalian Dampak Merkuri Terhadap Lingkungan 

 Sosialisasikan Pengendalian Dampak Merkuri Terhadap Lingkungan 

FOTO : Kepala Dinkes Kabupaten Gunung Mas, Arnold bersama jajaran serta Kapolsek Kurun saat berfoto bersama, usai sosialisasi merkuri di aula kantor setempat, Rabu (30/11/2022).  

Kaltengnews.co.id – KUALA KURUN – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) melakukan kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam pengendalian dampak merkuri terhadap lingkungan di Kabupaten Gunung Mas.

Kepala Dinkes Gunung Mas, Arnold menerangkan merkuri atau air raksa adalah unsur kimia, dengan simbol Hg yang merupakan logam berat yang sangat berbahaya untuk kesehatan manusia dan lingkungan, khususnya di wilayah Kabupaten Gunung Mas ini.

“Atas pertimbangan tersebut, maka kami dari Dinkes Gumas menggelar kegiatan sosialisasi dan advokasi dalam pengendalian dampak merkuri terhadap lingkungan,” ucap Kepala Dinkes Gumas, usai kegiatan sosialisasi, Rabu (30/11/2022).

Lanjut Arnold mengatakan isu mengenai merkuri di Indonesia ini telah menjadi perhatian, sejak beberapa tahun terakhir. Salah satunya, yakni pengunaan merkuri oleh para penambang emas skala kecil (Pesk) di berbagai daerah yang dilakukan tanpa aturan, sehingga menimbulkan efek dan gangguan kesehatan serta lingkungan.

“Mengenai isu merkuri mendorong pemerintah untuk berbagai upaya terkait pengelolaan merkuri dalam rangka meminimalisir, dampak negatif yang disebabkan merkuri bagi kesehatan manusia dan lingkungan hidup, upaya yang dilakukan yakni penertiban Pesk yang menggunakan merkuri,” ujarnya.

Dia juga mengungkapkan berdasarkan PP Nomor 21 Tahun 2019 tentang Rencana Aksi Nasional Pengurangan dan Penghapusan Merkuri, yang mana itu merupakan zat berbahaya yang berproduksi, peredaran, maupun pengunaannya, sudah dilarang untuk seluruh industri termasuk dalam penambangan atau Pesk.

“Salah satu aspek penting dalam pengendalian merkuri di sektor Pesk ialah dengan meningkatkan kesadaran dikalangan pemangku kepentingan Pesk, misalnya para pekerja tambang, pihak keluarga, aparat desa, dan para pemilik modal,” ujarnya lagi.

Maka dengan dilakukannya sosialisasi ini, jelas dia, supaya para pemangku kebijakan di sektor Pesk, agar mereka memahami dan sadar mengenai bahaya dari pengunaan merkuri bagi kesehatan masyarakat, serta lingkungan. Mengingat kerugiannya sangat banyak ditimbulkan dari praktik pengunaan dari bahan kimia ini.

“Peningkatan kesadaran ini sangat perlu supaya meningkatkan kesadaran sehingga para pemangku usaha untuk tidak berpaling mengunakan merkuri dan mau beralih mengunakan teknik-tekni pengolaan emas yang bersih,” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV 

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *