Pembangunan SUTT Sampit-Kuala Pembuang Perlu Didukung 

 Pembangunan SUTT Sampit-Kuala Pembuang Perlu Didukung 

FOTO : Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, membidangi Sumber Daya Alam (SDA) dan Perekonomian, H. Sudarsono. 

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, membidangi Sumber Daya Alam (SDA) dan Perekonomian, H. Sudarsono mendorong pembangunan jaringan interkoneksi saluran udara tegangan tinggi (SUTT) 150 kilo volt Sampit-Kuala Pembuang.

Menurutnya, hal itu merupakan satu langkah maju yang harus terealisasi dan dinikmati masyarakat Kabupaten Seruyan dan sekitarnya.

“Sampai saat ini, daerah Seruyan masih mengandalkan Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) sebagai sumber listrik utama. Sehingga apabila SUTT 150 kV ini terkoneksi, maka sistem kelistrikan di kabupaten tersebut akan terkoneksi dengan sistem kelistrikan Kalseltengtim,” ucapnya, Senin (21/11/2022).

Mantan Bupati Seruyan ini juga mengatakan dengan terkoneksinya jaringan listrik tersebut, akan memberikan manfaat positif yang sangat banyak bagi semua pihak, khususnya masyarakat. Tidak hanya jangka pendek, namun juga untuk jangka panjang.

“Untuk itu, saya mengimbau seraya mengajak kepada seluruh masyarakat di Bumi Gawi Hatantiring agar mendukung program pemerintah di bidang kelistrikan yang merupakan bagian upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara luas,” pintanya.

Wakil Rakyat asal Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng II, meliputi Kabupaten Kotawaringin Timur dan Seruyan ini juga menyebut dalam prosesnya pembangunan SUTT pasti akan ada sejumlah kendala. Diantaranya yang paling sering terjadi adalah terkait kompensasi atau tuntutan ganti rugi lahan yang digunakan untuk pembangunan SUTT.

Kendati demikian, hendaknya persoalan itu bisa diselesaikan, asalkan semua pihak bisa duduk bersama. “Dalam hal ini yang paling berperan adalah pemerintah daerah. Pemberian pemahaman dan edukasi kepada masyarakat juga sangat perlu.”

“Saya optimistis, kendala itu bisa diselesaikan. Yang terpenting adalah pendekatannya. Kalau seperti saya dulu (saat menjabat sebagai Bupati Seruyan), saya lakukan pendekatan secara personal, bicara dari hati ke hati, sehingga pokok permasalahan hingga ada penolakan apa, bisa diketahui. Di situlah peran pemda menjadi penengah sekaligus membantu warga,” timpalnya.

H. Sudarsono juga mengimbau kepada masyarakat yang kebetulan memiliki lahan dan terkena jalur SUTT, agar turut memahami serta mendukung program pemerintah di bidang kelistrikan ini.

Ia meyakini dengan terkoneksinya jaringan listrik hingga ke Kabupaten Seruyan, akan memberikan sangat banyak dampak positif bagi masyarakat dan daerah, terutama terkait dengan pertumbuhan ekonomi.

“Karena sekali lagi, apabila jaringan listrik interkoneksi melalui SUTT sudah beroperasi, keuntungannya juga masyarakat yang akan menikmati. Kita juga harus melihat kepentingan jangka panjang, sampai anak cucu kita nanti. Sebab seperti di Seruyan, kita tidak bisa terus menerus mengandalkan PLTD yang ada,” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV 

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *