Tekan Laju Inflasi, Pemkab Gunung Mas Gelar Pasar Murah di Empat Kecamatan 

 Tekan Laju Inflasi, Pemkab Gunung Mas Gelar Pasar Murah di Empat Kecamatan 

FOTO : Kegiatan Pasar Murah yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Gunung Mas di Empat Kecamatan. 

Kaltengnews.co.id – KUALA KURUN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) melaksanakan kegiatan pasar murah di empat kecamatan di Gunung Mas.

Dimana, tujuannya untuk menekan laju Inflasi yang tengah terjadi, sekaligus pula menstabilkan harga sejumlah kebutuhan pokok di masyarakat.

Bupati Gunung Mas, Jaya S. Monong menyampaikan keberadaan pasar murah ini sebagai upaya pemerintah setempat, untuk menekan laju inflasi, utamanya bagi masyarakat yang kurang mampu, dalam upaya pemenuhan kebutuhan sehari-harinya, imbas dari adanya kenaikan BBM.

“Kegiatan pasar murah ini dilaksanakan di empat kecamatan, yakni Kecamatan Kurun, Mihing Raya, Kahut, dan Rungan. Dalam kegiatan tersebut, kami juga menyediakan kebutuhan bahan pokok dengan harga yang lebih dibandingkan harga pasar,” ucapnya, Kamis (27/10/2022).

Lanjut Jaya mengatakan harga kebutuhan pokok tersebut telah disubsidi oleh pemerintah, sehingga harganya pun lebih murah dibandingkan harga pasar. Ia juga berharap adanya kegiatan ini, bisa dirasakan langsung oleh masyarakat yang kurang mampu.

Disisi lain, Sekretaris Disperindag Gunung Mas, Ferry Magrit menjelaskan kegiatan pasar murah tersebut, dalam rangka menekan laju inflasi. Dimana, ada 2.705 paket yang berisikan beras 10 kilogram, gula 2 kilogram, minyak goreng 2 liter, mie instan 5 lima bungkus, bawang merah setengah kilogram, dan bawang putih setengah kilogram.

Paket tersebut, selanjutnya didistribusikan ke empat kecamatan, terdiri atas Kecamatan Mihing Raya ada 702 paket, Kecamatan Kahut ada 1 145 paket, dan Kecamatan Rungan ada 1026 paket.

Ferry juga mengungkapkan untuk harga per paketnya, di Kecamatan Kurun sekitar Rp155 ribu per paket, sedangkan di tiga kecamatan lainnya harga per paket Rp165 ribu.

“Sistem penjualan paket, kita atur dengan menggunakan kupon. Masyarakat, ketika ingin membeli paket sembako, terlebih dahulu harus menukarkan kupon,” imbuhnya.(nya/YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV 

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *