Berwisata Susuri Sungai Mentaya dengan “Kelotok”

 Berwisata Susuri Sungai Mentaya dengan “Kelotok”

FOTO : Indahnya suasana Sungai Mentaya saat disusuri dengan menggunakan moda transportasi air khas Sampit yakni Kelotok.

Kaltengnews.co.id – SAMPIT – Berwisata sambil menyusuri Sungai Mentaya Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, dengan menggunakan kelotok kini semakin diminati pengunjung, terutama saat akhir pekan tiba.

Selain harga sewa kelotok terjangkau, kelotok Susur Sungai Mentaya pun makin unik dengan dekorasi yang kian menarik banyak orang untuk berwisata.

Untuk mengisi waktu liburnya, para pengunjung baik yang berasal dari Kota Sampit maupun luar kota biasanya datang bersama keluarga ataupun berkelompok ke Dermaga Habaring Hurung di sekitar Pusat Perbelanjaan Mentaya Sampit.

Salah seorang pengunjung Helly warga Baamang Sampit mengaku datang bersama keluarga besarnya untuk berwisata kelotok susur sungai yang kini menjadi obyek wisata yang makin populer di Kota Sampit.

“Kalo ikut kelotok bersama keluarga besar harganya terjangkau, kami ingin bersantai sambil menikmati pemandangan di sepanjang Sungai Mentaya,” ucapnya, Senin (31/10/2022).

“Lokasinya dekat Ikon Patung Jelawat dan Pusat Perbelanjaan Mentaya, jadi usai naik kelotok bisa makan bersama di kawasan pasar,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kotawaringin Timur Johny Tangkere melalui Kepala UPTD Dermaga Dishub Kotim Agus Budiono mengatakan, untuk memberikan rasa aman dan kenyamanan kepada para pengunjung wisata susur sungai pihaknya selalu melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap nakhoda maupun pemilik kelotok wisata.

“Dishub Kotim melalui UPTD Dermaga selalu menghimbau dan memberikan pembinaan kepada nakhoda maupun para pemilik kelotok wisata susur sungai terkait dengan keselamatan agar melengkapi kelotoknya dengan lifejacket (pelampung keselamatan) sesuai dengan kapasitas,” ucapnya.

Menurutnya, pihak Dishub dan BPTD XVI Balai Pengelola Transportasi Darat Palangkaraya sudah sering memberikan bantuan lifejacket maupun Lifebuoy (pelampung) ke sebagian kelotok susur sungai, dengan tujuan agar memberikan contoh ke semua pemilik kelotok susur sungai untuk wajib memiliki alat keselamatan tersebut. Namun, tentunya setiap nakhoda maupun pemilik kelotok harus siap melengkapi kekurangannya.

“Lalu kami mengimbau juga agar kapasitas kelotok tidak overload (kelebihan muatan/penumpang) demi keselamatan, keamanan dan kenyamanan selama melakukan pelayaran,” tandas Agus. (Tbk/YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV 

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *