Metode Amputasi di Borneo Sudah Dilakukan 31.000 Tahun Lalu

 Metode Amputasi di Borneo Sudah Dilakukan 31.000 Tahun Lalu

a. Perbandingan tibia kiri dan kanan dan fibula. b, Tibia kiri menunjukkan permukaan amputasi yang sudah sembuh. c, Fibula kiri menunjukkan permukaan amputasi yang telah sembuh dari tempat amputasi. d, Ketebalan korteks tibia kiri dan kanan disajikan untuk perbandingan menunjukkan atrofi ekstremitas kiri bawah terkait dengan amputasi. Source: kompas.id

KALTENGNEWS.CO.ID, PALANGKA RAYA– Metode amputasi bagian tubuh tertentu untuk mengatasi suatu kondisi atau penyakit, ternyata sudah dilakukan penghuni Pulau Kalimantan 31 ribu tahun yang lalu. Hal ini berdasarkan hasil penelitian pada fosil yang ditemukan di Liang Tebo di daerah yang kini dikenal sebagai Kalimantan Timur.

Dilansir dari jurnal ilmiah mingguan Nature, Tim Maloney, seorang peneliti di Universitas Griffith Australia mengatakan, penemuan ini mewajibkan kita harus menulis ulang pengetahuan medis. Karena penemuan ini jauh lebih tua sekitar 7.000 tahun dari penemuan sebelumnya di Prancis.

Tim Maloney menjelaskan, pada fosil yang mereka teliti, dengan tekhnologi 31 ribu tahun yang lalu, pemotongan dilakukan dengan sangat rapi.

“Ini sangat rapi dan miring, Anda benar-benar dapat melihat permukaan dan bentuk sayatan melalui tulang,” kata Maloney dalam konferensi pers, Kamis (8/9/2022).

Para ilmuwan percaya amputasi dilakukan saat orang tersebut masih anak-anak ketika anggota badan diamputasi dan terus hidup selama enam sampai sembilan tahun sebagai orang yang diamputasi.

Sementara manusia telah beroperasi satu sama lain selama ratusan tahun, kompleksitas amputasi berarti bahwa dalam pengobatan Barat pasien baru mulai memiliki peluang yang masuk akal untuk bertahan hidup sekitar seratus tahun yang lalu.

Para ilmuwan belum dapat mengidentifikasi jenis alat yang digunakan untuk melakukan operasi tersebut, tetapi ada spekulasi operasi menggunakan batu yang diasah diikuti pengobatan dengan tanaman obat untuk membantu mencegah infeksi.

Para ilmuwan mengatakan bahwa kerangka orang dewasa muda yang ditemukan di sebuah gua di Kalimantan adalah contoh tertua dari amputasi anggota tubuh yang berhasil.

“Ini menulis ulang pemahaman kita tentang pengembangan pengetahuan medis,” kata Tim Maloney, seorang peneliti di Universitas Griffith Australia, yang memimpin penelitian tersebut, dilansir dari DW.(***)

Roni Sahala

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *