Dugaan Percobaan Penculikan Anak Terjadi Tidak Benar

 Dugaan Percobaan Penculikan Anak Terjadi Tidak Benar

FOTO : Arfyansyah Afy saat klarifikasi di Polsek Katingan Hilir terkait kejadian penculikan anak.

KALTENGNEWS.co.id – KASONGAN – Media sosial di hebohkan dengan viralnya unggahan informasi akun Arfyansyah Afy memposting kabar dugaan percobaan penculikan anak sekitar halaman Masjid Al Gufron, Kereng Humbang Kasongan, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan, pada Rabu 7 September 2022, sekira pukul 19.20 WIB.

Adapun dari unggahan akun Arfyansyah Afy memposting kabar dugaan percobaan penculikan anak tersebut. Berikut kalimat postingan itu ‘Asalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh, hati-hati buat warga Kereng Humbang dan sekitarnya, karena malam ini hari Rabu tanggal 7 September 2022 hampir terjadi penculikan di depan Masjid Al Gufron Kasongan.

Pelaku ada 5 orang ciri-cirinya berkumis dan menggunakan mobil warna hitam (mobil sejenis Alphard). Bagi orang tua harap hati-hati kepada anak-anaknya. Bagi yang melihat status ini harap bagikan kepada yang lain, terima kasih’.

Saat di konfirmasi Kamis 8 September 2022 Kapolsek Katingan Hilir AKP Eko Priyono, mengatakan atas kejadian ini. Anak dan orang tua tersebut di panggil ke kantor untuk diminta keterangan kejadian yang dialami.

Dari keterangan saat di kantor kepolisian didapat bahwa saat itu ada salah seorang ingin mengiming-imingi memberikan eskrim dan melihat katanya ada beberapa orang didalam mobil dan pintu dalam keadaan terbuka.

“Kemudian, saat kita bawa rekonstruksi kembali di TKP, ternyata keterangan anak itu berubah-ubah dan bingung untuk mengulangi kembali apa yang disampaikan sebelumnya,” jelas Kapolsek Katingan Hilir.

Sehingga dari keterangan anak yang masih umur 8 tahun ini pun tidak bisa dipertanggungjawabkan dan saat itu tidak ada saksi yang melihat adanya kejadian di TKP. Untuk menepis yang disebarkan dan viral di media sosial, orang tua dan anak langsung dipanggil ke Polsek Katingan Hilir untuk dimintai keterangannya.

Dengan demikian, disimpulkan dari keterangan anak di bawah umur ini belum bisa dipertanggungjawabkan, karena tidak ada saksi yang melihat.

“Karena saat keterangan di kantor dengan keterangan saat rekonstruksi di TKP berbeda. Saat kantor keteranganya bahwa mobil dalam keadaan terbuka, terus saat rekonstruksi mobil itu dikatakan dalam keadaan tertutup dan didalamnya ada 5 orang. Bagaimana kita melihat bahwa ada 4-5 orang didalam mobil, karena dalam keadaan tertutup,” pungkasnya.

Atas kejadian ini yang bersangkutan atau akun media sosial atas nama Arfyansyah Afy di panggil ke Polsek Katingan Hilir, dan menyatakan terkait unggahan tentang penculikan anak di media sosial tersebut tidak benar.

“Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya Arfyansyah Afy memposting informasi dengan percobaan penculikan anak di media sosial pada tanggal 7 September 2022. Yang terjadi di wilayah Kelurahan Kasongan Lama Kecamatan Katingan Hilir Kabupaten Katingan. Dengan ini menyatakan dugaan percobaan penculikan anak tersebut tidak benar terjadi dan permasalahan ini sudah ditangani oleh Polsek Katingan Hilir. Demikian klarifikasi dan informasi yang saya buat. Terima kasih,” jelas Arfyansyah Afy saat di kantor Polsek Katingan Hilir.

Informasi yang didapat, bahwa kejadian ini diduga anak laki-laki yang hendak diculik itu. Dari lima terduga pelaku tersebut, salah satu di antaranya berusaha menarik tangan bocah itu. Namun anak ini melawan dengan berusaha melepaskan pegangan orang tak dikenal itu dengan tendangan. Usaha dengan menendang tubuh terduga pelaku penculikan berhasil seiring terlepasnya genggaman tangan pelaku yang sebelumnya memegang tangan si bocah.

Usai kejadian itu, bocah tersebut langsung langsung melaporkan kejadian itu kepada orang tuanya. Sementara terduga pelaku diinformasikan kabur menggunakan kendaraan roda empat.

“Iya, informasi adanya dugaan penculikan anak tadi malam di halaman Masjid Al Gufron Kereng Humbang Kasongan benar,” sebut Dani, orang tua anak yang hendak diculik.

Menurut Dani, anaknya bersama sejumlah teman-temannya usai salat isa berjamaah di Masjid Al Gufron. Namun saat hendak pulang ke rumah tangan anaknya ditarik paksa oleh orang tak dikenal. (Rul/anggra)

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *