Agustus 2022, Palangka Raya Alami Inflasi 0,28 Persen Tertinggi di Wilayah Kalimantan 

 Agustus 2022, Palangka Raya Alami Inflasi 0,28 Persen Tertinggi di Wilayah Kalimantan 

FOTO : Slide Paparan, terkait Inflasi di Wilayah Kalimantan periode Agustus 2022 yang disampaikan oleh Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro, pada release Berita Resmi Statistik periode Agustus 2022, Kamis (01/09/2022). Sumber BPS Kalteng.

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Eko Marsoro menyebut pada periode Agustus 2022 ini, Inflasi di Kota Palangka Raya menempati posisi tertinggi di wilayah regional Kalimantan, dengan nilai sebesar 0,28 persen. Hal ini disampaikan saat release Berita Resmi Statistik (BRS) periode Agustus 2022, di ruang Vicon Kantor BPS Kalteng, Kamis (01/09/2022) siang.

Sebagaimana tergambarkan dalam slide paparan, Inflasi di Wilayah Kalimantan pada periode Agustus 2022, diketahui sederet kota di wilayah Kalimantan yang mengalami Inflasi, diantaranya Palangka Raya sebesar 0,28 persen, diikuti Pontianak sebesar 0,16 persen dan Kotabaru sebesar 0,13 persen.

Sedangkan sederet kota di wilayah Kalimantan yang mengalami Deflasi, diantaranya tertinggi di Sintang sebesar -0,96 persen, kemudian diikuti Tanjung sebesar -0,87 persen, Tanjung Selor sebesar -0,71 persen, Singkawang sebesar -0,55 persen, Tarakan sebesar -0,54 persen, Sampit sebesar -0,50 persen, Banjarmasin sebesar -0,44 persen, Balikpapan sebesar -0,33 persen dan Samarinda sebesar -0,20 persen.

 

FOTO : Kepala BPS Kalteng Eko Marsoro saat menyampaikan release Berita Resmi Statistik (BRS) di Kalimantan Tengah periode Agustus 2022, Kamis (01/09/2022).

Eko Marsoro juga menyebutkan secara khusus, ada 2 kota acuan inflasi di Kalimantan Tengah, yakni Kota Palangka Raya dan Kota Sampit.

Andil Komoditas Utama terhadap Inflasi Kota Palangka Raya periode Agustus 2022 sebesar 0,28 persen, dipengaruhi oleh Beras sebesar 0,44 persen; Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,06 persen; Semangka sebesar 0,03 persen; Solar sebesar 0,03 persen; serta Semen sebesar 0,02 persen.

“Selain itu, adapula Andil Komoditas Utama yang menyumbang Deflasi di Kota Palangka Raya, diantaranya Cabai Rawit sebesar -0,10 persen; Bioskop sebesar -0,07 persen; Minyak Goreng sebesar -0,05 persen; Tomat sebesar -0,04 persen; serta Daging Babi sebesar -0,04 persen,” bebernya.

Eko juga menambahkan Kota Sampit periode Agustus 2022, mengalami Deflasi sebesar -0,50 persen, yang dipengaruhi oleh Andil Komoditas Utama, diantaranya Cabai Rawi sebesar -0,17 persen; Tomat sebesar -0,10 persen; Minyak Goreng sebesar -0,09 persen; Angkutan Udara sebesar -0,08 persen; serta Ikan Tongkol/Ambu-ambu sebesar -0,07 persen.

“Sementara, Andil Komoditas Utama yang mempengaruhi Inflasi di Kota Sampit, dipengaruhi oleh Sekolah Menengah Pertama (SMP) sebesar 0,06 persen; Bahan Bakar Rumah Tangga sebesar 0,06 persen; Beras sebesar 0,04 persen; Pelumas / Oli Mesin sebesar 0,04 persen; serta Ikan Selar / Ikan Tude sebesar 0,02 persen,” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *