Ukir Sejarah Baru, Sosilawaty Srikandi Pertama UPR Peraih Suara Terbanyak Ketiga pada Pemilihan Rektor

 Ukir Sejarah Baru, Sosilawaty Srikandi Pertama UPR Peraih Suara Terbanyak Ketiga pada Pemilihan Rektor

FOTO : Calon Rektor UPR periode 2022-2026 nomor urut 6 Dr. Ir. Sosilawaty, M.P., saat dibincangi awak media di ruang kerjanya, Kamis (11/08/2022). (Foto. Yundhy, Kaltengnews.co.id).

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Menjadi sebuah catatan sejarah baru, dalam demokrasi di lingkungan Universitas Palangka Raya (UPR) melalui proses pemilihan rektor UPR periode tahun 2022-2026. Dimana, dari awal pendaftaran hingga pada tahap penjaringan, pemilihan sampai pada penetapan Bakal Calon (Bacalon) menjadi Calon Rektor UPR, melalui Rapat Senat Universitas yang dilaksanakan secara tertutup, pada hari Selasa (09/08/2022) kemaren, di lantai 6 gedung PPIIG UPR, para calon rektor tidak hanya diisi oleh laki-laki, tapi juga diwarnai dengan partisipasi perempuan.

Khususnya partisipasi perempuan, pada proses pemilihan rektor UPR periode 2022-2026, tidak bisa dipandang sebelah mata, karena berdasarkan hasil penjaringan dan pemilihan Calon Rektor UPR periode 2022-2026 tersebut, maka diketahui 3 nama calon rektor sebagai peraih suara terbanyak dari anggota senat Universitas Palangka Raya yang berjumlah 40 orang.

Dimana, dari 3 nama calon rektor peraih suara terbanyak tersebut, salah satunya adalah Calon Rektor nomor urut 6 Dr. Sosilawaty, M.P. dengan perolehan 6 suara yang merupakan satu-satunya calon rektor perempuan.

Meski menjadi calon rektor UPR periode 2022-2026 yang berhasil meraih suara terbanyak ketiga, Dr. Sosilawaty, M.P. merupakan Srikandi terbaik UPR, sekaligus pula sebagai representasi dari kalangan perempuan di lingkungan civitas akademika UPR yang memiliki peranan dan kedudukan yang sangat penting dan memang patut untuk diperhitungkan.

Secara eklusif, saat dibincangi redaksi Kaltengnews.co.id, Dr. Ir. Sosilawaty, M.P. menyampaikan ucapan syukur, karena dari 13 nama Bacalon Rektor yang sudah mendaftar, akhirnya bisa menjadi perempuan pertama yang masuk menjadi 3 Besar Calon Rektor UPR periode 2022-2026.

“Saya juga menyampaikan ucapan terima kasih sebesar-besarnya, kepada seluruh anggota senat Universitas Palangka Raya, terlebih khusus bagi kawan-kawan yang telah memberikan pilihan dan kepercayaan kepada saya untuk menjadi Calon Rektor UPR periode 2022-2026,” ucapnya, saat dibincangi di ruang kerjanya, Kamis (11/08/2022) siang.

Dr. Sosilawaty, M.P. mengatakan untuk membangun dan membawa Universitas Palangka Raya agar menjadi perguruan tinggi negeri yang unggul dan terdepan di tingkat regional Kalimantan bahkan di tingkat nasional, tentunya itu diperlukan suatu sinergitas dan kerjasama yang baik dari berbagai pihak, baik dari pihak internal maupun pihak eksternal. Utamanya dalam implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, meliputi Pendidikan, Penelitian maupun pengabdian kepada masyarakat.

“Saya tentunya akan merangkul dan melakukan konsolidasi dengan semua komponen dan potensi yang ada di internal UPR, sesuai dengan keahlian dan potensi di bidangnya masing-masing. Termasuk pula melakukan kerjasama dengan berbagai pihak eksternal yang dinilai berpotensi untuk turut memajukan UPR,” bebernya.

Dirinya juga bercerita berdasarkan pengalaman sebagai seorang alumni dari Universitas Palangka Raya, yang sekarang sudah menjadi dosen, bahkan sampai menjadi Dekan di Faperta UPR, tentunya banyak pengalaman dan ikatan emosional yang sangat erat dengan Universitas Palangka Raya.

Dimana, untuk menjadikan Universitas Palangka Raya agar menjadi unggul, salah satu barometernya diawali dari setiap program studi yang ada, terlebih saat berproses untuk mendapatkan atau meningkatkan akreditasi.

“Ada banyak hal yang mesti dipersiapkan, mulai dari sarana dan prasarana (Sapras) seperti laboratorium yang harus memiliki peralatan beserta tenaga laboratorium, staf atau asisten khusus yang menangani laboratorium, sehingga ketika ingin praktek, dosen maupun mahasiswa akan semakin mudah dan terbantu,” katanya.

Begitupula, Sumber Daya Manusia (SDM) di setiap Fakultas ataupun unit kerja. Dimana, keberadaan guru besar (Profesor) dan dosen yang bergelar doktor (S3) saat ini, memang sangat diperlukan oleh Universitas Palangka Raya.

Untuk itu, dirinya mengajak seluruh komponen civitas akademika, khususnya dosen dan peneliti, termasuk pula para tenaga administrasi agar bersama-sama bersinergi untuk membangun UPR.

“Secara khusus, saat ini Faperta UPR telah memiliki 8 orang guru besar. Dimana, jumlah tersebut terbilang cukup banyak, namun jika secara rasio itu dinilai masih kurang,” katanya lagi.

Berkenaan upaya peningkatan SDM di UPR, Dirinya juga mengatakan apabila nanti dipercaya dan diamanatkan menjadi Rektor UPR, maka dirinya akan membentuk tim khusus untuk percepatan guru besar.

“Karena, sebenarnya dosen dan peneliti yang ada di Universitas Palangka Raya ini sudah banyak yang memiliki potensi dan layak untuk menyandang guru besar. Namun, kendalanya pada publikasi yang perlu menjadi perhatian bersama.”

“Terkait persoalan dan kendala tersebut, memang perlu menjadi perhatian bersama, termasuk pula soal pendanaan, itu memang harus didukung dan didanai agar kawan-kawan yang ingin membuat publikasi ataupun penelitian untuk menunjang pencapaian guru besarnya. Sehingga, diharapkan dengan semakin banyak guru besar yang dimiliki UPR, tentunya itu juga akan sangat menunjang upaya peningkatan akreditasi di setiap program studi di fakultas,” ungkapnya.

Selain itu, Dirinya juga mengatakan bahwa saat ini pihaknya sedang mempersiapkan untuk membuka program vokasi, dengan berencana membuka program studi Diploma IV (D-IV) Perkebunan Sawit.

“Saat ini, kami sedang berproses untuk mempersiapkan semua persyaratan yang akan diupload ke pusat. Adapun tujuan adalah untuk membekali mahasiswa agar bisa memiliki suatu keterampilan dan keahlian di bidang perkebunan sawit. Harapannya, setiap lulusan bisa menjadi SDM yang siap terserap di lapangan pekerjaan, khususnya di sektor perkebunan sawit,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini  publikasi dan penelitian yang dihasilkan oleh setiap program studi rata-rata masih dinilai minim, hal ini tentunya menjadi salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus di atasi bersama, terlebih saat ketika ingin melakukan upaya peningkatan akreditasi.

Kedepannya, ia juga mengupayakan agar tersedianya dana khusus di masing-masing fakultas dan unit kerja, untuk kegiatan penelitian dan publikasi. Sehingga, tidak lagi terlalu bergantung kepada LPPM yang mana dananya juga sangat terbatas, untuk didistribusikan ke setiap program studi, fakultas ataupun unit kerja di lingkup UPR ini.

Jadi, intinya secara umum hal yang akan dilakukan oleh Dr. Sosilawaty, M.P. ketika diamanatkan menjadi Rektor UPR periode 2022-2026, adalah berkaitan dengan peningkatan SDM dosen, peneliti dan lulusan melalui cara membentuk tim percepatan guru besar; Peningkatan sarana dan prasarana; Peningkatan Publikasi dan Penelitian, termasuk pula mengupayakan adanya dana penelitian dan publikasi di setiap program studi, fakultas dan unit kerja.

Serta, melakukan kerjasama dengan semua pihak untuk memajukan Universitas Palangka Raya, terutama dalam upaya implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dan pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU) Kemendikbudristek dan IKU UPR itu sendiri.

Tidak hanya itu, masih banyak lagi yang akan dilakukan olehnya, apabila nanti dipercayakan untuk menjadi Rektor UPR periode 2022-2026.

“Hal ini, tentunya sesuai dengan moto saya, yakni ‘Handep Hapakat’ artinya seluruh komponen di lingkup internal Universitas Palangka Raya agar berkolaborasi dan bersinergi, guna memajukan Universitas Palangka Raya, sekaligus untuk mewujudkan Indikator Kinerja Utama (IKU) dari Kemendikbudristek RI dan Universitas Palangka Raya itu sendiri secara lebih maksimal lagi,” ungkapnya lebih lanjut.

Tidak hanya itu, Dirinya juga menambahkan hal penting yang akan dilakukan, saat nanti UPR ditetapkan menjadi Badan Layanan Umum (BLU) adalah dengan lebih mengoptimalkan potensi atau aset yang dimiliki oleh UPR.

“Salah satunya, yakni dengan memanfaatkan lahan-lahan yang dimiliki oleh UPR sebagai pusat bisnis, sehingga diharapkan kelak bisa menjadi sumber pendapatan bagi UPR, untuk menunjang pendanaan pengembangan dan pembangunan Universitas Palangka Raya kedepan,” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *