Pemkab Pulpis Sambut Baik Mahasiswa KKN Kebangsaan ke-X

 Pemkab Pulpis Sambut Baik Mahasiswa KKN Kebangsaan ke-X

FOTO : Bersama Forkopimda dan Peserta KKN Kebangsaan dan KKN Bersama di Aula Banama Tingang, Rabu (20/07/2022).

Kaltengnews.co.id – Pulang Pisau-Pemerintah Daerah Kabupaten Pulang Pisau menggelar acara penyambutan Mahasiswa KKN Kebangsaan ke-X dan KKN Bersama tahun 2022. Acara penyambutan tersebut dilaksanakan di Aula Banama Tingang Kantor Bupati Pulang Pisau, Rabu (20/07/2022).

Bupati Pulang Pisau Pudjirustaty Narang, diwakili oleh Asisten 1 Bidang Pemerintah dan Kesra HM Syaripul Pasaribu menyampaikan atas nama pribadi dan pemerintah daerah Kabupaten Pulang Pisau mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta KKN Kebangsaan ke-X dan KKN Bersama Tahun 2022, serta dosen pembimbing lapangan (DPL).

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Rektor Universitas Palangkaraya (UPR) Dr. Andrie Elia, SE, MSi, atas kepercayaannya memilih Kabupaten Pulang Pisau, sebagai salah satu tempat pelaksanaan KKN Kebangsaan ke-X dan KKN Bersama Tahun 2022,” ungkapnya.

Selain itu, Pasaribu kembali menyampaikan bahwa pihaknya merasa sangat bangga. Karena, KKN ini berskala nasional yang diikuti oleh 310 Mahasiswa berprestasi dari 73 PTN dan PTS se-Indonesia.

Dirinya juga mengapresiasi kegiatan KKN Kebangsaan ke-X dan KKN Bersama Tahun 2022 ini. “Kegiatan ini sebagai wujud dari Kebhinekaan Tungal Ika Bangsa Indonesia yang beragam suku dan budaya, namun tetap bersatu dalam jiwa nasionalisme saling menghargai satu sama lain,” ungkapnya lagi.

Lebih dalam, ia juga menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memperkokoh semangat generasi penerus bangsa yang nantinya akan menjadi pemimpin – pemimpin besar yang sukses membangun negara.

Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau menyambut baik pelaksanaan KKN Kebangsaan ke X dan KKN Bersama tahun 2022 di dua kecamatan. Yakni di Kecamatan Maliku sebanyak 15 desa dan Kecamatan Pandih Batu 16 desa. Karena kata Syaripul, dua kecamatan ini merupakan lokasi food estate sebagaimana Tema KKN ini, Penerapan Falsafah Huma Betang sebagai perwujudan NKRI untuk mendukung pengembangan lumbung pangan (food estate) menuju kemandirian nasional.

Syaripul menjelaskan Filosofi Huma Betang dalam bahasa Dayak Ngaju, Huma artinya Rumah dan Betang adalah mengedepankan musyawarah mufakat, kesetaraan, kejujuran dan kesetiaan.

” Jadi, masyarakat Dayak sangat ramah, mengutamakan kekeluargaan dan gotong royong, begitu juga dalam menyelesaikan masalah. Falsafah Huma Betang yang masih manjadi pedoman masyarakat Kalimantan Tengah diharapkan dapat mewujudkan NKRI sebagai lumbung pangan nasional melalui program food estate, ” pungkasnya. (FJR/YS).

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!