Harga TBS Rendah, Razak : Ini sudah menjadi konsekuensi yang lumrah 

 Harga TBS Rendah, Razak : Ini sudah menjadi konsekuensi yang lumrah 

FOTO : Wakil Ketua I DPRD Kalteng H. Abdul Razak, usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Kalteng ke-3 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2022, Senin (04/07/2022) siang. 

Kaltengnews.co.id – PALANGKA RAYA – Wakil Ketua I DPRD Kalteng H. Abdul Razak menyampaikan rendahnya harga tandan buah segar (TBS) sawit di pasaran yang kini berada di kisaran harga Rp1000 sampai Rp1700 per kilogram, dari semula berada di kisaran Rp3000 per kilogram, diduga dampak dari paska adanya kebijakan larangan ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO) beserta turunannya, menjadi suatu konsekuensi yang lumrah.

Lanjut Politisi Senior Partai Golkar Kalteng ini mengatakan bahwa pemerintah pusat, dinilai sudah sangat tepat mengeluarkan suatu kebijakan untuk melarang ekspor CPO beserta turunannya, sejak tanggal 28 April sampai 22 Mei 2022 lalu.

Pasalnya, mengingat Indonesia memiliki beberapa daerah penghasil sawit terbesar di dunia, dimana salah satunya adalah Kalimantan Tengah ini. Namun, ironinya harga minyak goreng justru mahal di pasaran.

“Saya menilai, ini merupakan langkah strategis presiden, dan saya nilai ini sudah sangat tepat, utamanya dalam rangka menjaga kestabilan harga dan pasokan minyak goreng, supaya tetap stabil dan harganya pun juga terjangkau oleh masyarakat, terlebih masyarakat dari kalangan menengah ke bawah. Untuk itu, kami sangat mendukung kebijakan tersebut, meski saya pribadi pun sedikit banyak juga merasakan imbas,” ungkap Wakil Ketua I DPRD Kalteng, usai memimpin Rapat Paripurna DPRD Kalteng ke-3 Masa Persidangan II Tahun Sidang 2022, Senin (04/07/2022) siang.

Lebih lanjut, H. Abdul Razak menyampaikan bahwa pihaknya sangat mendukung adanya kebijakan pemerintah pusat tersebut. Sebab, tujuan kebijakan tersebut, tidak lain guna menjaga stabilitas pasokan dan harga minyak goreng di pasaran.

Kendati demikian, Dirinya juga tetap memiliki suatu keyakinan, ketika nanti pasokan dan harga minyak goreng sudah stabil, maka perekonomian dari para pelaku usaha perkebunan sawit, terlebih para pelaku usaha perkebunan rakyat bisa berangsur pulih.

“Ya, saya hanya bisa berpesan seraya memberikan motivasi kepada seluruh pelaku usaha perkebunan, terlebih pelaku usaha perkebunan rakyat agar tetap menjalankan usaha perkebunan seperti biasanya. Mari kita bersama-sama mendukung upaya pemerintah pusat, dalam menjaga stabilitas pasokan, dan harga minyak goreng di pasaran.” tandasnya. (YS)

TONTON JUGA BERITA VISUAL LAINNYA di 

KALTENGNEWS TV

Yundhy Satrya ^ Kaltengnews.co.id

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *